JAKARTA - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, menyesalkan sikap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kerap melakukan penggusuran paksa ke permukiman warganya.
Pengacara kondang ini menyebut setiap penggusuran yang dilakukan mantan Bupati Belitung Timur tersebut tidak pernah melibatkan DPRD DKI Jakarta untuk membahasnya secara bersama. Bahkan, kata Yusril, anggaran penggusuran Kalijodo menggunakan dana kompensasi dari PT Agung Podomoro Land.
"Di samping itu juga pembiayaan masalah penggusuran di Kalijodo misalnya itu kan tidak dibicarakan dengan DPRD, tidak dianggarkan dengan DPRD, tapi ujuk-ujuk adalah dana kompensasi yang dibayar oleh PT Agung Podomoro," kata Yusril di DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2016).

"Penggusuran Kalijodo tidak masuk ke sistem keuangan daerah tapi langsung dibayarkan untuk nambahin uang makan polisi dan tentara untuk menyewa traktor. Dan kalau seperti ini dijalankan, itu bisa rusak sistem bernegara kita ini," terangnya.