SIDOARJO – Seorang korban pemerkosaan berinsial NA (14) yang tengah hamil delapan bulan terpaksa tinggal di sebuah bangunan bekas kandang bebek di Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia diusir pemilik rumah yang ditumpanginya selama ini karena sang empunya rumah malu melihatnya hamil tanpa ada yang bertanggung jawab.
Meski telah divisum dan kasusnya dilaporkan ke kepolisian, namun hingga kini para pelaku pemerkosaan yang berjumlah lima orang dan tiga di antaranya masih di bawah umur, belum ditahan polisi.
NA bersama orangtuanya harus tinggal di bangunan bekas kandang bebek yang sudah tidak terpakai, Minggu (22/5/2016). Mereka sebelumnya menumpang di salah satu rumah warga, namun kini terpaksa mengungsi ke bekas kandang bebek berdinding bambu dan berlantai tanah, setelah diusir akibat malu melihat korban yang mengandung tanpa ayah.
Menurut pengakuan ibu korban berinisial SR, bahwa kejadian itu terungkap saat ia curiga dengan cara berjalan putrinya yang sedikit aneh dibanding biasanya. Setelah didesak, korban akhirnya mengaku telah diperkosa lima orang warga setempat hingga hamil. Tiga pelaku, kata dia, masih anak di bawah umur.
Ironinya, selain harus tinggal di bekas bangunan kandang bebek, kelima pelaku yang diduga memerkosa korban, hingga kini belum ditahan polisi. Padahal, keluarga korban telah melaporkan kasus perkosaan itu. Keluarga korban meminta aparat menangkap kelima pelaku.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.