HEBEI – Warga China dilaporkan melakukan aksi boikot terhadap salah satu restoran cepat saji milik Amerika Serikat (AS) usai Negeri Paman Sam meminta Negeri Tirai Bambu menuruti putusan pengadilan internasional terkait sengketa Laut China Selatan (LCS).
Permasalahan ini sendiri muncul usai pengadilan arbitrase internasional di Den Haag, Belanda mematahkan klaim China terhadap wilayah di LCS. AS dan negara-negara lainnya mendesak China untuk mengikuti putusan tersebut.
Namun, desakan dari AS tersebut tampaknya dipandang oleh warga China sebagai hal yang negative. Sebab, muncul rekaman yang memperlihatkan warga China masuk ke restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) di Provinsi Hebei dan meminta para pelanggan untuk tidak memakan makanan Amerika tersebut.
Tidak sampai di sana saja, sebagaimana dikutip dari NHK, Rabu (20/7/2016) muncul posting-an di dunia maya yang memperlihatkan banyak spanduk yang dibuat oleh warga China yang meminta restoran cepat saji KFC serta McDonald diusir keberadaannya dari Negeri Tirai Bambu.
Dilaporkan, aksi yang dilakukan warga China itu juga menuai kritisi sebab banyak netizen yang mengatakan bahwa toko-toko yang dipaksa untuk ditutup tersebut walaupun berasal dari AS namun para staf dari toko tersebut adalah warga China asli.
Sehingga jika toko-toko tersebut dipaksa ditutup maka para staf-nya dapat berpotensi menjadi pengangguran.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.