JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, tersangka bom di Gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur, berhubungan dengan kelompok Pepi Fernando yang merupakan terdakwa kasus bom buku tahun 2011. Pelaku teror berinisial J diketahui adalah residivis kasus yang sama dan berada di jaringan Pepi.
"Tapi, ini (bom Samarinda) pelaku lama kasus bom Serpong dan bom buku ada kaitannya sama kelompok Pepi Fernando. Jaringan lama dan bergabung dengan kelompok JAD (Jamaah Anshorut Daulah)," kata Tito di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (14/11/2016).
Kelompok Jamaah Ahshrot Daulah adalah pimpinan dari Aman Abdrurrahman yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. Aman terkenal dengan posisi ideolog di mana JAD berafiliasi dengan ISIS. Tito mengatakan, target dari bom Samarinda ini hanya ingin menimbulkan kekacauan.
"Ya biasa selalu berusaha menimbulkan kekacauan itu saja. Tapi, masyarakat saya minta untuk tenang karena pelaku-pelaku lama kita sudah tahu jaringannya. Kita akan kembangkan terus," tegasnya.
Pepi saat ini masih berada di Lapas Nusakambangan. Bahkan, dikabarkan dia berbaiat kepada Aman Abdurrahman.
(Erha Aprili Ramadhoni)