Image

Dikecam Soal Pendudukan Palestina, PM Israel Pernah Ancam Perang Selandia Baru

PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah mengancam Selandia Baru jika mereka ikut mendukung resolusi PBB yang mengecam pendudukan di Palestina. Bibi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Murray McCully, jika Selandia Baru angkat tangan dalam pemungutan suara di PBB maka sama saja dengan menyatakan perang dengan Israel.

“Ini adalah keputusan yang penuh skandal. Saya minta negara Anda tidak mendukung apalagi mempromosikannya. Jika Anda terus mempromosikan resolusi ini, dari sudut pandang kami itu berarti Anda telah menyatakan perang. Keputusan itu akan meruntuhkan kemitraan yang baik antarkedua negara dan akan ada konsekuensinya. Kami akan memanggil pulang duta besar kami dari Selandia Baru ke Yerusalem,” pungkasnya, seperti dinukil dari The Guardian, Kamis (29/12/2016).

Netanyahu memanggil Menlu Selandia Baru tepat sebelum pengambilan suara oleh Dewan Keamanan PBB berlangsung pada Jumat lalu. Diketahui, pemungutan suara untuk resolusi tersebut disponsori oleh Wellington.

Mendengar pernyataan keras dari Israel, McCully dikabarkan menolak untuk mundur. Jawabnya kepada Netanyahu, “Resolusi ini sesuai dengan kebijakan kami dan kami akan tetap bergerak maju.”

Percakapan selengkapnya dijabarkan oleh Haaretz, kantor berita Israel. Seorang diplomat barat mengonfirmasi kebenaran informasi ini dan menyebut percakapan tersebut benar-benar keras.

Haaretz sendiri menggambarkan Netanyahu seperti sudah terjepit sekali dalam mendiplomasikan resolusi tersebut. Dia seolah panik karena waktu pengambilan suara semakin dekat. Sementara Israel sampai kapan pun tidak mau pendudukannya di tanah Palestina berakhir.

Peringatan senada juga sudah disampaikan seorang pejabat Israel kepada Duta Besar Selandia Baru di Tel Aviv, Jonathan Curr. Pejabat itu mengancam akan menutup kedutaan besar Israel di Wellington sebagai bentuk protes jika resolusi tersebut jadi diloloskan.

Buntut dari percakapan ini, Israel benar-benar memanggil pulang diplomat mereka, Dubes Itzhak Gerberg dari Selandia Baru. Dengan adanya tekanan yang luar biasa dari komunitas internasional, pemerintahan Netanyahu kabarnya terpaksa membatalkan jadwal pembangunan 600 rumah pendudukan baru di Yerusalem.

(Sil)
Live Streaming
Logo
breaking news x