Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hebat! Penghuni Lapas Ini Aktif Produksi Pupuk Kompos

Agregasi Jawapos.com , Jurnalis-Kamis, 09 Februari 2017 |12:01 WIB
Hebat! Penghuni Lapas Ini Aktif Produksi Pupuk Kompos
Mulyadi, penghuni Lapas Delta yang aktif memproduksi kompos (Foto: Maya Apriliani/Jawa Pos)
A
A
A

SIDOARJO – Siapa bilang penjara pasti membatasi gerak dan memadamkan semangat hidup? Salah seorang penghuni lapas di Sidoarjo bernama Mulyadi ini malah bebas berkarya dengan melanjutkan hobinya, bercocok tanam.

Dikutip dari jawapos, pria ini juga mengajak rekan-rekannya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memproduksi pupuk kompos. Alhasil, lahan tandus berubah penuh tanaman yang menghijau. Kondisi areal brandgang Lapas Kelas II-A Sidoarjo yang berdekatan dengan dapur kini tidak kumuh seperti dulu. Wilayah selatan bui yang sebelumnya penuh karung tumpukan sampah itu telah disulap menjadi lingkungan yang asri.

Puluhan tanaman dalam media polybag berjajar rapi. Ada beragam tanaman buah dan sayuran. Mulai terong, cabai keriting, sampai cabai rawit. Ada pula pohon delima yang berbuah cukup lebat. Di lahan lain, ada deretan tanaman sawi yang baru ditanam dan mulai tumbuh tinggi.

Semua tanaman tersebut tampak subur. Lahan untuk menanam sawi yang sebelumnya kering dan banyak batu sekarang telah berubah. Agar bisa ditanami, tanah gragal itu dicampur pupuk kompos. Begitu juga tanah di polybag. Telah bercampur dengan kompos.

Kasubsi Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Kelas II-A Sidoarjo Andik Prasetyo menyatakan, Mulyadi merupakan sosok di balik pembuatan pupuk kompos itu. Sejak menjadi penghuni lapas pada Januari 2015 karena terjerat kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi (P2SEM), Mulyadi antusias untuk memproduksi pupuk dari bahan organik tersebut.

Saat ditemui Jawa Pos Selasa, 7 Februari 2017, Mulyadi sibuk mengaduk sampah basah dari berbagai sisa sayuran dan kulit buah di salah satu bak produksi pupuk kompos. Tidak ada masker yang menutupi wajahnya. Kedua tangannya pun tak dilindungi sarung plastik.

Bau menyengat dari sampah yang mulai membusuk di bak lain tak mengusiknya. Pria 63 tahun itu betah berlama-lama di depan bak pengolahan pupuk kompos buatannya. Sesekali Mulyadi bahkan melongok ke bak pupuk setengah jadi yang berbau tidak sedap tersebut. ’’Wis (sudah) kebal. Sudah terbiasa dengan baunya,’’ kata pria kelahiran Yogyakarta itu, lantas tersenyum ramah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement