Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kabar Penjemputan Paksa Habib Rizieq Hoax, Polisi: Kami Masih Atur Strategi

CDB Yudistira , Jurnalis-Sabtu, 11 Februari 2017 |13:42 WIB
Kabar Penjemputan Paksa Habib Rizieq <i>Hoax</i>, Polisi: Kami Masih Atur Strategi
A
A
A

BANDUNG - Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, sudah dua kali tidak menghadiri pemanggilan Polda Jawa Barat, setelah statusnya dinaikian dari saksi menjadi tersangka dugaan penistaan Pancasila pada 30 Januari lalu.

Konsekuensi yang harus diterima Habib Rizieq yakni penjemputan paksa oleh polisi. Namun menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, pihaknya belum mengambil langkah tersebut.

"Harusnya kami sudah punya kewenangan menjemput paksa. Cuma kami harus mengatur, enggak bisa langsung," jelas Yusri, Sabtu (11/2/2017).

Pihaknya masih mengatur mekanisme penjemputan paksa terhadap Imam besar Front pembela Islam (FPI) tersebut. ‎"Kami harus mengatur strategi dulu. Kami atur dulu dan persiapkan semuanya," ucapnya.

Mengenai kabar adanya pengerahan pasukan Polda Jabar untuk menjemput paksa Habib Rizieq semalam, menurut Yusri informasi tersebut tidak benar. "Kabar yang seliweran itu Hoax, sudah saya tegaskan," jelasnya.

(Risna Nur Rahayu)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement