JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan penjelasan tentang polemik penyebaran identitas pribadi dari e-KTP Veronica Koman, pendukung terpidana Basuki Tjahaja Purnama yang menjadi viral lantaran orasinya di Rutan Cipinang yang mengkritik keras Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Tjahjo mengatakan, penyebaran identitas pendukung Ahok ke grup Whatsapp yang berisi wartawan itu dilakukan untuk memberikan background kepada pewarta tentang viralnya pernyataan pendukung dari Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu.
"Itu (tidak membuka) salah persepsi saja (memang ada satu online yang memuat beritanya itu) malah bukan inti berita," kata Tjahjo kepada Okezone, Jumat (11//2017).
Ia menerangkan, penyebaran identitas dari pendukung Ahok tersebut sebenarnya bukan untuk dimuat oleh media. Adapun identitas Veronica Koman itu seharusnya hanya menjadi pengetahuan wartawan guna mengetahui latar belakang pengkritik dari Presiden Jokowi.
"Saya kirim latar belakang, tapi bukan untuk dimuat karena terkait teman wartawan saja. Saya harus jaga independensinya," jelas mantan Sekjen PDI Perjuangan tersebut.
Tjahjo menjelaskan, pihaknya langsung mencari tahu sosok perempuan kelahiran Sumatera Utara itu setelah orasinya menjadi viral karena mengkritik penegakan hukum di rezim Presiden Jokowi lebih parah ketimbang era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"(Tidak ada yang menyebar) setelah lihat, dengar video yang beredar luas terkait orasi (pendukung/simpatisan saudara Ahok) yang melecehkan memfitnah berpendapat yang tidak benar menuduh rezim pemerintahan Pak Jokowi, saya langsung instruksikan staf cari data siapa orang tersebut dan terlacak, ketemu," terangnya.