Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Azan Pitu, Tradisi Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon yang Penuh Makna

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis-Rabu, 07 Juni 2017 |13:39 WIB
Azan Pitu, Tradisi Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon yang Penuh Makna
Masjid Sang Cipta Rasa di Keraton Kasepuhan Cirebon (Foto: Dwi Ayu/Okezone)
A
A
A

CIREBON - Penyebaran agama Islam di Cirebon dan sekitarnya penuh dengan cerita unik dan mistis. Cirebon, yang secara geografi berada di jalur perdagangan masa lalu membuat banyak budaya dan tradisi agama bercampur menjadi satu.

Namun, Cirebon juga dipercaya sebagai tempat pertemuan para Wali Songo yang mengemban misi penyebaran Islam di tanah Jawa. Salah satunya Sunan Gunung Jati yang membangun Cirebon menjadi salah satu daerah dengan penganut Islam terbanyak. Sunan Gunung Jati sendiri menyebarkan Islam bukanlah dengan kekerasan, justru ia mencoba membangun Islam dengan memberikan toleransi yang tinggi kepada kebudayaan dan agama lain.

Sebut saja Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang berada di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat. Bentuk dan ornamen masjid yang dibangun Sunan Gunung Jati tersebut diwarnai dengan banyak corak Arab, India, dan China yang merepresentasikan tiga agama yakni Islam, Hindu, dan Konghucu. Hal tersebut dilakukan untuk menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman yang sudah mendarah daging di Cirebon dan sekitarnya.

Selain ornamen tiga kebudayaan tersebut, unsur mistis dalam masjid ini yang paling menarik perhatian. Salah satunya adalah dengan adanya tradisi mengumandangkan azan pitu pada setiap menunaikan Salat Jumat. Azan Pitu sendiri merupakan tradisi azan yang dilakukan oleh tujuh orang secara serentak. Tradisi ini sudah dilakukan sejak 500 tahun yang lalu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement