Pengurus Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Ahmad Hamdan, menuturkan tradisi azan pitu ini dimulai sejak adanya insiden kematian muazin masjid secara misterius setelah mengumandangkan azan.
"Sejak dibangun, beberapa kali selepas muazin mengumandang azan, mereka meninggal secara misterius," kata Ahmad, Rabu (7/6/2017).
Menurutnya, setelah berturut-turut adanya insiden tersebut, Sunan Gunung Jati yang menjadi arsitek pembangunan masjid ini bersama para wali lainnya meminta petunjuk kepada Allah. Saat itulah, dilaksanakan tradisi azan pitu atau azan yang dilakukan tujuh muazin untuk menangkal serangan dari sihir yang tidak menginginkan adanya penyebaran Islam di Cirebon.
"Konon, yang mengganggu masyarakat di sana adalah makhluk siluman yang bernama Menjangan Wulung yang bertengger di kubah masjid," ungkapnya.