Aurat, Godaan Berat WNI di Jepang saat Bulan Puasa

Ilustrasi perempuan Jepang (Foto: Kim Kyung-hoon/Reuters)

Ilustrasi perempuan Jepang (Foto: Kim Kyung-hoon/Reuters)

JAKARTA – Memasuki bulan suci Ramadan, biasanya warga Indonesia lebih menjaga perilakunya. Untuk Muslimah, mereka akan lebih menjaga pakaian dengan tidak mengumbar aurat atau bahkan mengenakan jilbab. Hal serupa tidak ditemukan di Jepang.

Gaya berpakaian masyarakat Negeri Matahari Terbit disesuaikan dengan musim. Di musim panas seperti sekarang ini, perempuan Jepang biasanya mengenakan pakaian mini agar tidak merasa kepanasan.

Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang, Diana Hapsari menuturkan, pakaian tersebut merupakan godaan tersendiri bagi para laki-laki, terutama kaum adam asal Indonesia.

“Untuk laki-laki keluhannya kadang tidak kuat karena cewek-cewek Jepang pas musim panas banyak yang pakai rok mini,” ujarnya kepada Okezone belum lama ini.

“Tapi ini menurut saya pribadi konyol ya, ketahuan banget mental lemah cowok Indonesia, hahaha,” sambung perempuan kelahiran 23 Mei 1989 itu seraya berkelakar.

Diana menerangkan, temperatur tinggi juga dirasakannya saat musim panas di Jepang. Apalagi, selama menjalani ibadah puasa sejak 2011, bulan suci Ramadan selalu tiba di musim panas yang biasanya berlangsung pada Mei-Juli setiap tahunnya. Ia bahkan mengaku pernah hampir pingsan karena dehidrasi.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x