Sebanyak 11 lembaga yang mendaftarkan diri sebagai pemantau Pilgub Bali dinyatakan tidak lolos seleksi oleh KPUD Bali. Pasalnya, lembaga-lembaga ini tidak memenuhi persyaratan administratif yang telah ditetapkan.
Anggota KPU Pusat I Gusti Putu Artha menegaskan penundaan tahapan Pilgub Bali tidak mungkin dilakukan. Pasalnya, tindakan tersebut bertentangan dengan konstitusi.
Ketua DPW PKS Bali Heri Sukarmaeni mengatakan figur cagub I Gde Winasa memiliki visi sejalan dengan partai pimpinannya. Sehingga kemungkinan besar PKS akan memberikan dukungan kepada cagub Koalisi Kebangkitan Bali (KKB) itu.
KPU Bali menyatakan tiga bakal calon gubernur yang mendaftar lolos seleksi administrasi. Selanjutnya akan dilakukan penetapan kandidat dan penentuan nomor urut.
Tim sukses Koalisi Kebangkitan Bali (KKB) mengamankan sekira 45 ribu lembar stiker bernada menghujat cagub I Gde Winasa. Temuan ini bermula dari tertangkapnya pelaku penyebar stiker, Heri Sunarta di daerah Ubung, Denpasar.
Ratusan massa gabungan KCPSI, Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI), dan Jaringan Aktifis Bali †98 mengelar unjuk rasa di kantor DPRD Bali. Mereka menuntut agar Pilgub diundur dan calon independen bisa diakomodir.
Ratusan orang dari gabungan sejumlah kelompok mengelar unjuk rasa di kantor DPRD Bali. Mereka menuntut agar Pilgub diundur dan calon independen bisa diakomodir.
Fenomena pembakaran baliho Cagub - Cawagub Bali, Winasa - Alit Putra (Win - Ap) dinilai trik politik lama. Pembakaran diduga dilakukan kader calon, bukan lawan politik, untuk meraih simpati.