Sepasang balita kakak beradik asal Kampung Jambe Laer, Desa Padaasih, Kec Cisaat, Kab Sukabumi, mengalami kekurangan gizi. Diduga kedua bocah pasangan Aep, 40, dan Salimah, 35, ini, menderita gizi buruk.
Bayi kembar perempuan dari Bambang Aji Sucipto dan Siti Juleha Meilana dan Meilani ini mengalami pembesaran kepala. Keluarga mengira penyakit hydrocepalus, ternyata setelah diperiksa keduanya menderita gizi buruk.
Kasus gizi ternyata tidak hanya terjadi di luar Jawa, tetangga Ibu Kota Jakarta sendiri, yaitu di Bekasi tercatat mencapai 735 balita menderita gizi buruk.
Kasus balita penderita gizi buruk di Kabupaten Trenggalek sungguh mengejutkan. Pada tahun 2008 ini dinas kesehatan setempat mencatat masih ada ratusan orang balita di Trenggalek yang mengalami kekurangan gizi.
Ancaman gizi buruk dialami bayi berumur tiga bulan di Cilacap, Nurelita. Bayi ini lahir dalam kondisi cacat, berupa bibir sumbing, kedua tangan dan sebelah kaki kiri tak berjari, ditambah lagi kaki kanan seperti terikat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menyatakan Marasmus atau Kwashiorkor yang diderita Ihsan balita di Desa Sukahurip, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, sebagai kejadian luar biasa atau KLB.
Kondisi kesehatan Febrianto (13), warga Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk, Bojonegoro sangat memprihatinkan. Selama sepuluh tahun, ia mengalami gangguan pertumbuhan.