Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) DIY belum akan melakukan operasi dan survei lapangan, terkait hasil penelitian susu formula dari Institut Pertanian Bogor.
Meski pemerintah belum mengeluarkan larangan penjualan produk susu formula, angka penjualan susu di Kota Kediri merosot tajam. Hal ini menyusul hasil riset Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menemukan bakteri beracun Enterobacter sakazakii.
Keraguan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari kepada IPB, yang meneliti adanya bakteri beracun pada susu formula, rupanya tak sepenuhnya benar. Sebab, seorang warga menemukan susu yang berbau asam dan berwarna kuning.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menghimbau pada masyarakat agar tidak terlalu khawatir dengan adanya hasil penelitian IPB yang menyebutkan adanya bakteri di susu formula. Karena, penelitian IPB hanya menggunakan sampel berjumlah kecil.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mempertanyakan jumlah produk susu yang dijadikan sampel penelitian oleh tim peneliti dari IPB. Perlu penelitian kembali agar hasilnya lebih valid.
Dua kasus besar sedang menghinggapi departemen kesehatan yang dipimpin Siti Fadilah Supari. Setelah heboh dengan kasus buku mengenai virus flu burung, kini menteri kesehatan dibelit persoalan susu formula yang katanya beracun.
Menkes Siti Fadilah Supari menuding penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) tidak netral. Penelitian menyebutkan terdapat bakteri Enterocabter Sakazakii dalam susu formula yang dijual di pasaran.