Badan Litbangkes Departemen Kesehatan (Depkes) melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 atau flu babi sebanyak 18 orang, 1 orang di antaranya meninggal.
Sekitar 183 santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, mendadak menderita sakit secara serentak. Belum diketahui pasti penyebab penyakit yang membuat kalangan santriwati panik, di duga gejala penyakit mirip terkena flu babi.
Penyebaran visu flu babi (H1N1) di Kabupaten Mojokerto sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Dinkes setempat menyatakan kejadian luar biasa (KLB), setelah dua sisa-siswi SMPN 1 Ngoro dinyatakan positif flu babi.
Seorang pasien balita yang diduga suspect H1N1, SS (4), warga Maleer Selatan, Jalan Gatot Soebroto, Bandung, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan dari tim dokter di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Â sejak Sabtu lalu
Kasus flu babi atau biasa dikenal dengan H1N1 terus merebak di Indonesia. Hingga 9 Agustus, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Departemen Kesehatan mencatat telah terjadi 80 kasus H1N1.
Ditemukannya dua siswa yang positif terserang virus A-H1N1 (flu babi) membuat Pemkab Bojonegoro waspada. Para kepala sekolah pun diinstruksikan berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.
Untuk pertama kalinya, virus H1N1 atau flu babi menyerang warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dua siswa SMPN Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut. Saat ini, keduanya masih menjalani perawatan di ruang isolasi di ruang Asoka RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.