NEWS » Topik

  • RroFjiGLho.jpg

    Karyawan TPI Aksi Damai di Mahkamah Agung

    Kamis, - 10:50 wib
    Sekira 100 karyawan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) melakukan aksi damai di depan Gedung Mahkamah Agung (MA) hari ini.
  • TPI Sarankan MA Pertimbangkan Tiga Hal

    Senin, - 04:08 wib
    PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) menyarankan kepada majelis hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) supaya mempertimbangkan tiga hal sebelum menjatuhkan putusan kasasi.
  • Ribuan Karyawan TPI Butuh Kepastian

    Sabtu, - 09:02 wib
    Ribuan karyawan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) berharap majelis hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) memberikan putusan seadil-adilnya terkait kasus pailit sesuai fakta yang ada.
  • DPR Bentuk Tim Khusus TPI

    Selasa, - 06:02 wib
    Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan membentuk tim khusus untuk menyelesaikan kasus pemailitan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Tim tersebut lebih menyoroti persoalan nasib karyawan TPI yang terancam kehilangan pekerjaan akibat putusan pengadilan niaga yang memailitkan TPI.
  • fjphEGyytJ.jpg

    Mbak Tutut: Aduh, Jangan Tanya Itu Dong!

    Minggu, - 08:00 wib
    Pemilik lama PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia, Siti Hardijanti Rukmana sepertinya enggan menaggapi perusahaan media yang kini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga. Mbak Tutut, begitu dia akrab disapa terlihat menghindar ketika wartawan mencecarnya dengan masalah tersebut.
  • Raja dan Artis Dangdut Tolak Pailit TPI

    Senin, - 07:31 wib
    Raja Dangdut Rhoma Irama dan Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) siang ini akan mendatangi Mahkamah Agung (MA) terkait putusan pailit yang dijatuhkan majelis hakim Pegadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), 14 Oktober 2009 lalu.
  • E8olUfam4V.jpg

    TPI Somasi Mbak Tutut

    Sabtu, - 10:25 wib
    Siti Hardiyanti Rukmana yang biasa dipanggil Mbak Tutut disomasi oleh PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Putri sulung mantan orang nomor satu ini dituntut untuk mengembalikan uang senilai USD50 juta.
KOMENTAR TERBANYAK »