Masuknya beberapa nama baru seperti Rizal Malarangeng dalam kepengurusan DPP Golkar dinilai kurang bagus untuk partai sekelas Golkar. Sebab, Rizal Malarangeng yang akrab disapa Celi itu tidak memiliki integritas, bahkan bisa dibilang kutu loncat.
Rizal Mallarangeng (Celi) menjadi salah satu Ketua DPP Partai Golkar pada kepengurusan yang baru. Hal ini dianggap sebagai salah satu skenario Aburizal Bakrie (Ical) selaku ketua umum.
Masuknya Rizal Mallarangeng (Celi) dalam struktur kepengurusan baru Partai Golkar menjadi perdebatan publik. Langkah ini dinilai bentuk balas budi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus Ketua MPR Taufiq Kiemas, menilai Rizal Mallarangeng sebagai sosok yang pintar dan mumpuni, sehingga Celi, panggilan Rizal, pantas dijadikan salah satu Ketua DPP Partai Golkar.
Masuknya Rizal Mallarangeng ke dalam Kepengurusan Partai Golkar merupakan fenomena yang tidak sehat. Ke depan, hal ini tidak akan baik untuk partai berlambang pohon beringin tersebut.
Masuknya Rizal Mallarangeng dalam komposisi kepengurusan Partai Golkar periode 2009-2014 dinilai wajar, karena Celi, sapaan akrab Rizal, bukan kader Partai Demokrat.
Masuknya Rizal Mallarangeng alias Celi dalam struktur baru Partai Golkar dinilai sebagai pemicu kemunduran siginifikan bagi partai ini. Celi, bahkan diprediksi menjadi pemicu perpecahan Golkar dalam jangka panjang.
Publik tercengang dengan munculnya Rizal Mallarangeng (Celi), Â yang nota bene pernah ikut memenangkan Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai Ketua DPP Partai Golkar. Apakah ini sinyal transaksi politik antara Ketua Umum Golkar Aburizal Bakri dengan SBY?