Isu santet kembali berujung pada tindakan kekerasan. Kali ini, menimpa Moh Syafi’i (40), warga Kampung Montor, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.
Apes benar nasib Abdullah (44). Dituduh sebagai dukun santet dan kerap berubah wujud jadi kolor ijo, lelaki itu tewas diamuk warga di Desa Blang Balok, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur.
Tragis! Gara-gara dituduh sebagai dukun santet, Zaenudin (54), warga Dukuh Bojong Neros, Desa Legok Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, tewas dibantai warga. Korban tewas mengenaskan dengan luka memar di sekujur tubuh.
Gara-gara dituding memiliki ilmu santet, Gupni (45) warga asal Kampung Paniniran, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, tewas dikeroyok massa di dekat rumahnya.
Tak terima dituduh sebagai dukun santet, seorang bapak bernama Romli (55) dan anaknya Siti (35) warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, nekat melakukan ritual sumpah pocong.
Pejabat Bupati Karanganyar Jawa Tengah Priyantono Jarot Nugroho mendapat ancaman akan disantet oleh orang tak dikenal. Ancaman tersebut dikirim melalui pesan singkat (SMS) ke telepon seluler miliknya.