Hari ini warga Sulawesi Selatan (Sumsel) melakukan pemilihan Gubernur Sumsel periode 2007-2012. Tiga kandidat siap bertarung dalam pemilihan suara hari ini.
Pemilihan pilkada gubernur Sumsel dijadwalkan berlangsung Juni 2008. Anggaran dana yang diusulkan kepada DPRD Sumsel sebesar Rp237 miliar dianggap terlalu besar.
DPW PAN Jabar akan mengikutsertakan kandidat cagub yang mengajukan lamaran belakangan pascaverifikasi awal 4 bakal calon ((balon) yang lolos pada pekan lalu.
PDK Sulawesi Selatan, FKKPI dan Masyarakat Antipenyalahgunaan Jabatan berunjuk rasa di KPUD Sulawesi Selatan. Mereka menuntut masyarakat yang memiliki KTP dan KK namun belum terdaftar dalam DPT diizinkan mencoblos.
Pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Gubernur Maluku Utara telah dilakukan hari ini sejak pukul 07.00 WIT pagi tadi. Tapi, tiga orang calon gubernur justru tidak ikut memilih.
Puluhan orang dari Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat mendatangi Panwaslu dan Polresta Makassar Timur. Mereka menuntut kepada calon kepala daerah yang mengikuti Pilkada Sulsel untuk menghargai masa tenang.
Permaisuri Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X, GKR Hemas, serta putri sulungnya GKR Pembayun akhirnya tidak mendapat restu dari Sri Sultan HB X sebagai calon Gubernur DIY 2008.
Massa yang menuntut agar KPUD mengizinkan warga yang tidak memiliki kartu pemilih tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada pilkada sulsel, masih bertahan di depan Gedung KPUD, Makassar.