Direktorat reserse kriminal (Ditreskrim) Polda Jabar belum menemukan titik terang terkait kasus penyimpangan agama yang dilakukan kelompok Surga Edendi Cirebon. Aliran itu menghalalkan persetubuhan meski di luar nikah.
Ratusan warga, tokoh ulama, dan santri di Cirebon mendatangi dua rumah yang dijadikan markas aliran sesat Surga Eden. Massa meminta aparat membubarkan aliran Surga Eden dan mengusir pimpinannya, Ahmad Tantowi dari Cirebon.
Penetapan status tersangka terhadap Mbah Aan, pendiri sekaligus pemimpin aliran Ilmu Kalam Santriloka, disambut aksi demo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Penyelamat Aqidah (GEMPA).
Meski beredar kabar bahwa pemimpin sekaligus pendiri aliran Ilmu Kalam Santriloka, Mbah Aan telah tobat, namun sejumlah pengikutnya tak mempercayai kabar tersebut. Mereka berkeyakinan, Mbah Aan tak akan keluar dari aliran yang didirikannya sendiri itu.
Hingga petang tadi, Senin (01/11/2009), polisi masih belum bisa menindak Mbah Aan, pimpinan Aliran Santriloka. Mbah Aan memang telah diamankan dari rumahnya di Kranggan Gg VI, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, pada Kamis 29 Oktober lalu.
Aliran Ilmu Kalam Santriloka pimpinan Mbah Aan terus menjadi bidikan. Setelah fatwa sesat yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mojokerto, Jawa Timur, aliran ini siap dibubarkan.
Salat Ied yang diikuti sekira 150 jamaah Naqshbandi Al-Haqqoni dibubarkan secara paksa oleh warga Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Warga beralasan pembubaran dilakukan karena jamaah Naqsahbandi belum pernah meminta izin dari Ketua RT/RW setempat.