Demo Terbesar, Oposisi Malaysia Tuntut Reformasi

SINDO, Jurnalis
Minggu 11 November 2007 09:31 WIB
Share :

KUALA LUMPUR - Sebanyak 30 ribu massa pendukung kelompok oposisi yang ingin mendekat ke Istana Nasional di pusat Kota Kuala Lumpur, Malaysia, dihadang barikade ratusan petugas keamanan. Massa yang menuntut reformasi pemilu di Malaysia ini dibubarkan paksa dengan semprotan air dan gas air mata.

Massa dengan jumlah sekitar 30 ribu orang ini berunjuk rasa di depan Istana Kerajaan Malaysia, untuk mendesak reformasi sistem pemilu di negeri itu. Demo yang digelar pada Sabtu (10/11) kemarin merupakan aksi turun ke jalan terbesar yang pernah ada di Malaysia.

Petugas keamanan yang terdiri atas polisi dan pasukan antihuru-hara Malaysia terpaksa membubarkan massa yang dimobilisasi kelompok oposisi ini, dengan semprotan air dan tembakan gas air mata. Tidak dilaporkan adanya korban luka dalam demonstrasi besar-besaran tersebut.

Polisi sempat menangkap ratusan pengunjuk rasa, meski kemudian melepaskannya. Di sepanjang jalan ibu kota Kuala Lumpur, massa meneriakkan slogan "Reformasi Pemilu" dan keadilan. Konsentrasi massa juga terlihat di pusat kota dan Alun-Alun Merdeka.

Sepuluh ribu pengunjuk rasa yang mencoba mendekat ke alun-alun terhenti oleh barikade petugas keamanan. Petugas kepolisian menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air ke tengah-tengah kerumunan massa yang turun ke jalan, menyuarakan perubahan sistem pemilihan umum (pemilu) Malaysia.

Menghadapi tindakan petugas, banyak pengunjuk rasa yang lari menyelamatkan diri ke masjid. Kepolisian juga menyebar blokade jalan di sepanjang jalan raya yang mengarah ke pusat kota dan menempatkan barikade keamanan, selain itu polisi juga memeriksa setiap kendaraan yang melintas.

"Ini hak kami. Pemerintah sangat bangga dengan demokrasi. Namun, faktanya demokrasi kita lebih buruk dari Myanmar dan Bangladesh," tegas Rosli, seorang pegawai pemerintah. "Lihatlah petugas keamanan kita, betapa brutalnya mereka. Kita hanya ingin mengoreksi hal yang salah. Kita menginginkan pemilu yang jujur dan adil. Pemerintah hanya memikirkan kepentingan para kroninya," teriaknya.

Untuk mengendalikan situasi, Kepolisian Diraja Malaysia menangkap sekitar 245 pengunjuk rasa karena tidak mau membubarkan diri. Namun, akhirnya mereka dibebaskan. Polisi harus menangani aksi, sementara pengunjuk rasa menolak untuk membubarkan diri ketika petugas memberi instruksi. "Ini memaksa petugas menahan 245 pengunjuk rasa yang bandel," tegas Inspektur Jenderal Tan Sri Musa Hassan.

Mereka meneriakkan "Allahu Akbar" dan "Reformasi". Berbagai spanduk bertuliskan "Selamatkan Malaysia" dan "Komisi Pemilu, Hentikan Tipuanmu" menghiasi aksi protes. Berbagai kelompok massa dan kerumunan demonstran akhirnya tiba di puncak demonstrasi di depan Istana Kerajaan Malaysia.

Di tempat ini para pemimpin oposisi berorasi dan menyuarakan petisi mereka. Sumber petugas kepolisian menyebut jumlah total demonstran yang turun sekitar 10.000 orang. Namun, koordinator-koordinator aksi memperkirakan jumlah demonstran mencapai 30.000 orang. Ikon oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan gembira dengan membludaknya "peserta" aksi demo tersebut.

"Saya pikir demonstrasi ini menjadi sebuah kesuksesan besar bagi rakyat dalam mengekspresikan sentimen publik melawan praktik kecurangan di komisi pemilu," kata Anwar. "Aksi protes menjadi sebuah tantangan bagi rakyat Malaysia. Karena hal ini merupakan sebuah hal yang tak lazim di sini," bangganya. Gelombang besar dukungan massa benar-benar memperkuat semangat pemimpin oposisi.

"Kita akan terus melakukan kampanye ini untuk mengirim sinyal kepada pemerintah bahwa rakyat sudah jengah dengan praktik penipuan," kata mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia itu.

Partai Keadilan Malaysia menyatakan, berbagai kerumunan massa dan kelompok demonstran sejatinya diarahkan ke Istana Nasional untuk membacakan seruan kepada Raja agar mengevaluasi sistem pemilu di negeri jiran tersebut. "Kita mengimbau pemerintah agar mereparasi sistem pemilu. Hal ini diperlukan guna menyelamatkan institusi demokrasi nasional," kata Anwar.

"Padahal itu merupakan hak rakyat untuk berkumpul dan mengeluarkan aspirasi mereka," kata Sohod. Diperkirakan dalam demonstrasi ini ratusan orang ditangkap. "Kita takkan pernah ragu mengambil tindakan kepada mereka yang melanggar peraturan kita," ujar Kepala Kepolisian Zul Hasnan Najib.

Foto: Sindo

(Ismoko Widjaja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya