Ancaman Longsor Gunung Surandita

Toni Kamajaya, Jurnalis
Minggu 11 November 2007 16:33 WIB
Share :

SUKABUMI - Sebanyak 11 kepala keluarga yang berbermukim di Kampung Surandita, Desa Ciengang, Kec Gegerbitung, Kab Sukabumi, akhirnya dievakuasi ke dataran rendah yang berada dalam titik aman kaki Gunung Surandita. Sebelumnya mereka tetap bertahan di lokasi yang terancam longsor karena tidak memiliki biaya untuk perpindahan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh bidang geologi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kab Sukabumi, kawasan perkampungan yang berada di kaki Gunung Surandita termasuk dalam zona menengah dimana kondisi lahannya amat labil sehingga memungkinkan terjadi pergeseran tanah seperti yang terjadi di Kampung Surandita, Desa Ciengang, beberapa waktu lalu. Pergeseran tanah ini rawan mengakibatkan longsor sehingga mengancam perkampungan yang berada dibawahnya, yakni Desa Cijurey.

Dari 48 rumah warga Kampung Surandita, 25 rumah diantaranya telah hancur akibat terjadi pergeseran lahan. Peristiwa ini juga telah merobohkan dua lokal bangunan kelas milik Sekolah Dasar (SD) Surandita I dan sebuah bangunan masjid jami. Menyusul gejala alam tersebut, 37 warga telah memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggalnya dan berpindah ke lokasi yang lebih aman. Sementara 11 kepala keluarga lainnya masih menetap di atas lahan tersebut.

Bupati Sukabumi Sukmawijaya mengatakan, perkampungan Surandita harus segera dikosongkan. Untuk melakukan hal tersebut, pemda telah menyediakan dana bantuan khusus untuk perpindahaan 48 KK sebesar Rp50 juta. "Tidak boleh ada yang tersisa di lahan ini. Jika dilihat dari retakan tanah, maka wilayah ini sangat berbahaya untuk ditempati. Untuk perpindahaan warga, kami menyediakan dana sebesar Rp50 juta untuk pembelian lahan dan pembangunannya," kata Sukmawijaya.

Disamping itu, pemda juga akan mengeluarkan dana pembangunan masjid Rp25 juta dan menambah dana pembangunan SD Surandita sebesar Rp80 Juta yang berasal dari APBD 2007. Sebelum menempati lahan baru, pemda akan terlebih dahulu pemda akan melakukan penelitian lahan yang masuk dalam wilayah aman sebab kontur tanah di kaki Gunung Surandita ini sebagian besar berupa cadas yang sangat rapuh. Disamping itu, upaya penyelamatan juga akan dilakukan terhadap 70 kepala keluarag yang berada Desa Cijurey atau 300 meter dibawah Kampung Surandita.

"Jika terjadi longsor, maka yang berbahaya adalah pemukiman penduduk di Desa Cijurey karena letaknya tepat berada dibawah. Dengan kondisi lahan yang landay ini semoga saja hal itu (Longsor) tidak terjadi," papar Bupati Sukmawijaya.

Sementara itu, Ipah, 46, salah seorang warga Kampung Surandita mengatakan, meski tempat tinggalnya nyaris hancur akibat terkena retakan tanah, namun ia beserta keluarganya terpaksa bertahan di lahan tempat tinggalnya. "Kami harus pindah kemana, sudah tidak punya lagi saudara atau uang untuk biaya perpindahaan," kata Ipah. Karena itu, Ipah akan memanfaatkan bantuan pemda untuk menyelamatkan keluarganya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya