JAKARTA - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah masih mengupayakan pemondokan bagi 1.397 jamaah haji Indonesia.
Hari ini adalah tenggat waktu bagi mereka untuk mendapatkan pengganti rumah pemondokan yang sebelumnya kontraknya dibatalkan secara sepihak. Menurut Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Wardhani Muchsin, dari total 1.640 kapasitas kamar yang dibatalkan, Tim PPIH sudah mendapatkan rumah dengan daya tampung 243 kamar.
Rumah tersebut berada di kawasan Hafair yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Masjidil Haram. "Sisanya akan kami selesaikan dalam dua hari ini. Saat ini, sudah ada yang menawarkan rumahnya untuk disewa, dengan kapasitas tampung 683 jamaah. Nanti sore (dini hari tadi) akan kita tinjau. Mudah-mudahan memenuhi standar," terangnya dalam siaran pers.
Dia berharap, masalah rumah pemondokan ini bisa diselesaikan sesuai target, yakni dua hari, yang akan jatuh pada Rabu (21/11). Sebab, sesuai rencana, jamaah haji Indonesia kloter pertama sudah akan tiba di Makkah Minggu (25/11).
Sementara itu, Konjen RI di Jeddah Gatot Abdullah Mansyur menjelaskan masalah pembatalan enam pemondokan untuk jamaah haji Indonesia tidak akan berpengaruh pada akomodasi yang diberikan petugas kepada jamaah.
Sebab, enam pemondokan yang dibatalkan itu hanya disediakan sebagai rumah pemondokan cadangan saja. "Tidak akan terlalu mengganggu jamaah karena yang dibatalkan itu hanya cadangan saja bagi kita. Kita selalu memang punya satu persen cadangan," terangnya, kemarin.