Hirup Gas Beracun, 3 Penggali Sumur Tewas

Ridwan Anshori, Jurnalis
Senin 03 Desember 2007 19:15 WIB
Share :

BATANG - Tiga orang pekerja dipastikan tewas setelah menghirup gas beracun saat menggali sumur di wilayah hutan lindung di dataran tinggi Dieng di perbatasan Kabupaten Banjarnegara-Batang, Jawa Tengah (Jateng), pukul 17.00 WIB, Senin  (3/12/1007).

Hingga saat ini, ketiga korban masih berada di dalam sumur yang terletak di Dusun Kradenan, Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Batang, Jateng atau sekitar 3 kilometer sebelah utara kawah candradimuka.

Ketiga korban belum teridentifikasi namanya. Yang jelas, satu orang berasal dari Desa Batur, Kecamatan Batur, Banjarnegara dan dua orang dari Desa Giri Tirta, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara. Proses evakuasi juga belum dilakukan karena keterbatasan alat dan di sekitar lokasi masih mengandung gas beracun.

Menurut Abdul (30) warga setempat, ketiga korban tewas saat menggali sumur sedalam 10 meter.

"Tiba-tiba dari dalam sumur muncul gas beracun. Tadi dua orang warga setempat sudah berusaha menolongnya dengan peralatan sederhana, tetapi dua orang itu malah pingsan saat masih berada di bibir sumur," katanya.

Warga menganggap, dua orang yang pingsan saat hendak menolong itu, yakin kalau di dalam sumur itu muncul gas beracun. "Kalau tidak muncul gas beracun ya tidak mungkin dua orang yang hendak menolong itu bisa pingsan," imbuhnya.

Kabag Kesra Setda Banjarnegara Kukuh Haryadi, mengakui telah menerima laporan itu. Dia juga menduga, ketiga korban itu tewas karena menghirup gas beracun. "Di sekitar lokasi memang rawan muncul gas beracun. Selain itu, juga sulit diprediksi kapan gas itu muncul," katanya.

Dia juga mengakui, ketiga korban tersebut masih berada di dalam sumur karena proses evakuasi belum dilakukan.

"Ketiganya masih berada di dalam sumur sehingga kita belum tahu nama-nama korbannya. Yang jelas, kita sudah meminta bantuan dari PT Geodipa (pembangkit tenaga listrik energi panas bumi) di Banjarnegara untuk membantu proses evakuasi. Kita membutuhkan peralatan yang lengkap dan jumlah personel," ungkapnya.

Kukuh juga meminta agar warga untuk sementara menjauhi lokasi kejadian karena dimungkinkan masih ada gas beracun.

"Untuk sementara, warga diminta menjauh dulu, sambil menunggu gas beracun hilang dan bantuan tim evakuasi datang," pintanya.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya