MAGETAN-Pencarian terhadap warga yang menjadi korban ambrolnya jembatan Jati yang menghubungkan wilayah Kab Magetan dengan wilayah Kab Madiun hingga hari ini terus dilakukan. Hingga pukul 17.00 WIB, Kamis (27/12/2007), 5 korban dari 20 warga yang hanyut dibawa banjir Sungai Madiun berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh petugas. Sedangkan, belasan warga lainnya masih dicari.
Mereka yang berhasil diselamatkan adalah Sulaeman, 45, warga Desa Mojorejo, Daryanto, 25, warga Rejosari, Edi Haryanto 25, warga Rejosari, Durrahman ,50, warga Kedongdong dan Kholik ,45, warga Tumbuk Emas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Mereka ditemukan sejak Rabu (26/12) malam hingga Kamis (27/12) siang di sepanjang Sungai Madiun. Saat ditemukan oleh petugas mereka terdampar di pinggiran dan bantaran sungai.
Menurut Kapolsek Nguntoronadi, AKP Sunarta, pencarian terhadap korban lainnya yang hanyut dibawa luapan Sungai Madiun terus dilakukan. Pencarian sempat dihentikan sekitar pukul 14.00 WIB karena hujan deras kembali mengguyur wilayah perbatasan Magetan dan Madiun. Namun, sekitar pukul 16.00 WIB pencarian terhadap korban dilanjutkan. "Sampai saat ini pencarian masih dilakukan. Kita berharap semua korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Sunarta.
Selain berhasil menemukan 5 orang korban, petugas yang melakukan penyisiran Sungai Madiun juga berhasil menemukan barang bukti sepeda motor milik korban. Motor yang berhasil ditemukan yakni Suzuki Jupiter Nopol AE 4515 DZ, Suzuki Shogun R AE 4479 MM, Yamaha Jupiter Z AE 4016 BJ, Honda Supra X AE 2722 PR, Honda Astrea AE 5777 AJ, Honda Supra AE 4991 DC, Suzuki Shmas AE4544 DP dan Tossa Maestro Z AE 4474 DP. "Untuk mendataan lebih lanjut, sementara BB milik para korban kami amankan di Mapolsek Nguntoronardi," ujarnya.
Dia juga meminta kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar secepatnya melaporkan pada Polsek terdekat. Dengan demikian akan diketahui jumlah korban secara keseluruhan termasuk identitasnya. Untuk mencari para korban, petugas menggunakan 3 perahu karet menyisir sepanjang Sungai Madiun. Namun, pencarian sedikit terhalang dengan cuaca yang kurang bersahabat. Selain hujan deras di kawasan di sekitar lokasi kejadian juga terjadi angin kencang.
Menurut Humas Pemkab Magetan, Welly Kristanto, akibat jembatan Jati ambrol, jalur perhubungan antara Kab Magetan dan Magetan yang melalui jalur tersebut terputus. Untuk melintasi jalur perbatasan Magetan-Madiun warga harus memutar menggunakan jalur alternatif. "Warga dihimbau untuk menggunakan jalur lain jika menuju ke Madiun," ujarnya.
Sekedar diketahui, akibat jembatan Jati yang berada di perbatasan Desa Jati, Kebonsari, Kabupaten Madiun dengan Desa Semen, Kecamatan Nguntorongadi, Kabupaten Magetan, ambrol pada Rabu (26/12) kemarin mengakibatkan 20 warga Madiun dan Magetan dinyatakan hilang karena hanyut terbawa air sungai.