KARANGANYAR - Ribuan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia, PGRI,menggelar aksi demo di gedung DPRD Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menolak pemangkasan anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Semula jalannnya aksi para guru, berjalan tertib. Namun berubah menjadi panas ketika para guru ini mencoba masuk kedalam gedung DPRD.
Tetapi niat para guru tersebut dihalang-halangi pasukan Dalmas Polres Karanganyar yang membentuk pagar betis. Sehingga terjadi aksi saling dorong antara guru dan aparat kepolisian.
Gagal masuk kedalam gedung DPRD, para guru ini tetap menggelar aksi unjuk rasa dengan menggelar orasi menghujat para wakil rakyat yang dianggap tidak peduli pada pendidikan.
"Kami minta wakil rakyat terhormat untuk keluar menemui kami, dan menjelasakan pada kami apa alasan mereka memangkas anggaran 20 persen tersebut," teriak salah satu guru dalam orasinya. Aksi unjuk rasa ini merupakan puncak kekesalan para pendidik yang merasa dana alokasi pendidikan 20 persen dalam APBD dipangkas oleh anggota DPRD setempat. Selain itu, para guru justru lebih melihat unsur politik dalam pemangkasan anggaran pendidikan,yang mana bantuan langsung masyarakat, justru tidak di pangkas sama sekali oleh DPRD.
"Seharusnya,dana Bantuan Langsung Masyarakat,yang merupakan alat propraganda para wakil rakyat,yang dipangkas.Tapi mana, justru para wakil rakyat ini menggelembungkan dana bantuan langsung masyarakat,dan dana tersebut untuk kepentingan politik mereka bukan untuk kami,"tegas para guru ini.
Selain itu para guru ini melihat, dalam penyusunan APBD 2008 ini, lebih banyak mementingkan kepentingan golongan dibandingkan dengan kepentingan masyarakat luas. Sehingga hal-hal penting lainnya, seperti pendidikan, justru diabaikan para wakil rakyat.
Akibat aksi unjuk rasa para Guru ini, aktifitas mengajar mengajar di 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar menjadi terganggu. Pasalnya, hampir seluruh guru, bergabung dalam aksi unjuk rasa ini. Kendati pada akhirnya aksi ini,berakhir setelah salah satu anggota Komisi D DPRD Karanganyar dari Partai Persatuan Pembangunan, Romdloni menemui para guru dan berjanji akan memperjuangkan kembali mengembalikan dana 20 persen yang dipangkas, para guru ini,berjanji akan tetap menggelar aksi yang lebih besar apabila dalam rapat paripurna DPRD, janji mengembalikan anggaran 20 persen yang dipangkas hanya isapan jempol belaka.
(Fitra Iskandar)