ADSHIT AL QUSAYR-Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon dinilai telah memenuhi standar pasukan PBB yang profesional. Bahkan lebih dari itu, para prajurit Garuda mendapatkan pujian karena kemampuannya mengaplikasikan prinsip imparsialitas dalam kegiatan dan pelaksanaan tugasnya sehari-ha
Fakta ini dipaparkan Duta Besar RI untuk Lebanon R. Bagas Hapsoro, SH, MA dari hasil courtesy call ke Panglima (Force Commander) UNIFIL Mayjen Claudio Graziano di Markas Besar UNIFIL di Naqoura, Lebanon Selatan beberapa hari yang lalu kepada para perwira Satgas Konga XXIII B saat pertemuan di Markas Kontingen Indonesia UN Posn 7-1, Adshit Al Qusayr, Rabu sore (27/2). Hadir juga dalam pertemuan tersebut Staf bidang Politik KBRI untuk Lebanon Anindita Axioma dan PBU Atase Pertahanan untuk Lebanon Mayor Sus M. Daryl Khaesory.Â
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan akrab di ruangan kantor baru Satgas Konga XXIII-B, Dubes RI memaparkan beberapa poin penting yang disampaikan oleh Mayjen Graziano. Â
Poin pertama, Graziano menyatakan adanya kecenderungan meningkatnya "tensi" regional yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap misi UNIFIL di Lebanon Selatan. Akan tetapi Graziano menegaskan, situasi dan kondisi tersebut tidak sedikit pun menggoyahkan UNIFIL untuk tetap menjalankan amanat resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 demi tercapainya perdamaian yang permanen di wilayah misi, termasuk didalamnya menjamin tidak adanya peredaran dan penggunaan senjata secara ilegal oleh pihak-pihak yang bertikai.
Kedua, Kontingen Indonesia dinilai telah menunjukkan pada dunia Internasional bagaimana prinsip imparsialitas dapat diaplikasikan dengan cara yang khas dan unik sehingga kehadiran Kontingen Indonesia sebagai representasi UNIFIL dapat diterima oleh kedua pihak yang bertikai, khususnya oleh Israel yang pada awalnya menolak keras bergabungnya Indonesia ke dalam UNIFIL. Poin terakhir, Graziano menyatakan kondisi politik negara Lebanon murni merupakan urusan dalam negeri Lebanon sendiri. Namun, beliau juga berharap agar krisis politik yang berlarut-larut saat ini dapat segera diakhiri karena bagaimana pun juga akan berdampak ke wilayah Lebanon Selatan yang merupakan daerah misi UNIFIL.
Lebih lanjut, Dubes RI merasa sangat "suprised" terhadap perhatian Mayjen Graziano terhadap Kontingen Garuda XXIII-B selama ini. Selain memuji prinsip imparsialitas yang dijunjung tinggi oleh seluruh prajurit Indonesia, ternyata Graziano amat memperhatikan kiprah yang dilakukan oleh Satgas ini setiap waktu. Jenderal bintang dua dari Italia ini dengan lancar dapat menyebut kegiatan-kegiatan apa saja yang selama ini dilakukan oleh Kontingen Indonesia seperti medical assistance (pelayanan kesehatan), smart car (mobil pintar), kursus komputer, kursus bahasa Inggris, pentas kesenian, renovasi pusat layanan kesehatan maupun sumbangan generator listrik untuk orang jompo.Â
Kegiatan-kegiatan tersebut, tambah Graziano, merupakan hal yang sangat positip karena tujuan utamanya memberikan bantuan moril dan pelayanan terhadap masyarakat di sekitar area operasi namun di sisi lain ternyata juga membawa dampak positip yang signifikan terhadap UNIFIL. Cara-cara pendekatan khas seperti yang dilakukan oleh Kontingen Indonesia dewasa ini maupun kontingen sebelumnya, diakui oleh Graziano ternyata sangat efektif dan dapat diterima oleh masyarakat Lebanon Selatan.
Seusai pertemuan dengan para perwira Satgas, Dubes RI didampingi oleh Dansatgas Letkol Inf A M Putranto, S.Sos berkesempatan mengunjungi "Rumah Persahabatan" yang merupakan pusat kegiatan sosial masyarakat di daerah Deir Siriane dimana renovasi rumah tersebut beberapa waktu sebelumnya dilakukan oleh Kontingen Indonesia sendiri secara swadaya atas permintaan masyarakat setempat. Dubes sangat terkesan dengan kreasi dan jerih payah prajurit Kontingen Garuda dan berjanji akan berupaya membantu pelaksanaan program "Rumah Persahabatan" ini agar lebih lancar dan lebih menarik.
Puas melihat-lihat "Rumah Persahabatan", Dubes RI dan Dansatgas kembali ke UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr untuk menikmati hidangan makan malam bersama dengan seluruh perwira Satgas yang hadir. Usai acara makan malam, Dubes dan rombongan meninggalkan Markas Konga XXIII-B tepat pada pukul 20.30 waktu setempat. Â
Pengirim:
Perwira Penerangan Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL
Kapten Chb Sandy M. Prakasa, S.Ikom