Ibu Tiga Anak, Ksatria Pawang Ular

Tritus Julan, Jurnalis
Sabtu 22 Maret 2008 07:01 WIB
Sutrisminah sedang beraksi bersama seekor ular (Foto: Tritus Julan/sindo)
Share :

JOMBANG - Pemberani. Mungkin gelar inilah yang bisa disandang Sutrisminah, satu-satunya pawang Ular perempuan di Jombang. Jilbab yang selalu menutupi kepalanya, sama sekali tak menampakkan jika Sutrisminah menjadi musuh sekaligus teman bagi ular-ular berbisa.

Bagaimana tidak, dibalik perangainya yang lembut, ibu tiga anak asal Desa Kedungpring, Kecamatan Bareng ini, telah puluhan tahun menjadi pawang sekaligus pencari ular yang tak mengenal takut.

Menjadi pawang ular, bukan serta merta atas keberaniannya dengan hewan melata ini. Tapi karena untuk alasan ekonomi lah yang membuat wanita itu terpaksa bergelut dengan hewan yang bisa mematikan itu. Bergelut dengan ular, telah ia tekuni sejak 21 tahun yang lalu.

Saat itu, ia menjadi salah satu karyawan pemotongan Cobra di Surabaya. Setelah keberaniannya dengan ular dirasa cukup, ia memberanikan diri untuk menjadi pawang yang bertugas mencari, mengumpulkan, dan menjinakkan ular.

"Karena dengan menjadi pawang ular, lebih menguntungkan dari pada hanya sekedar menjadi karyawan," kata Sutrisminah. Sejak itulah, ia mulai menjadi perempuan yang setiap harinya bergelut dengan ular. Bahkan untuk menguji keberaniannya itu, ia harus keluar masuk hutan untuk mencari ular yang bernilai ekonomis tinggi.

"Kalau di hutan, kebanyakan ular Sanca yang berukuran besar. Sedang jenis Cobra, bisa didapatkan dimana saja," terangnya. Tak lama menjadi pawang ular, keahlian Sutrisminah ini banyak didengar para pencari ular lainnya. Bahkan, kini ia menjadi salah satu pengepul ular terbesar di Jombang.

(Ismoko Widjaja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya