Banyak Ranjau Sisa Perang Dunia di Teluk Kao

Rival Fahmi, Jurnalis
Kamis 24 April 2008 14:50 WIB
Share :

TERNATE - Hingga kini masih banyak ranjau laut peninggalan masa Perang Dunia (PD) II berkecamuk yang dipasang Amerika Serikat di perairan Teluk Kao, Halmahera, Provinsi Maluku Utara, yang belum disapu bersih.

"Dalam waktu sebulan yang lalu, TNI Angkatan Laut berhasil meledakkan 52 ranjau jenis ranjau sentuh di Teluk Kao," ungkap Komandan Pangkalan TNI-AL Ternate Kolonel Darwanto pada wartawan, Kamis (24/4/2008).

Diperkirakan, jumlah ranjau sentuh yang masih tertanam di perairan dangkal Teluk Kao itu mencapai ratusan unit. Biasanya ranjau itu akan meledak, ketika tersentuh jangkar dari kapal-kapal yang berlabuh dan membuang sangkar.

"Ranjau dipasang militer AS ketika Perang Dunia untuk menghadang kapal-kapal lawan (Jepang) yang akan mencari daerah perlindungan di daratan. Teluk Kao menjadi pintu masuknya. Pada sekitar tahun 1942 saat itu AS sudah memiliki pangkalan militer di Pulau Morotai, sebelah utara Pulau Halmahera yang sampai sekarang masih terdapat landasan pacu untuk pesawat tempur sebanyak tujuh landasan," terangnya.

Ranjau-ranjau yang tersisa itu, imbuhnya, banyak yang sudah tertutup karang atau pasir, tidak membahayakan bagi perahu-perahu nelayan. "Tetapi, sangat membahayakan bagi penyelam liar yang selama ini banyak mengumpulkan besi tua dari kapal karam," kata Darwanto.

Darwanto juga mengungkapkan, sebenarnya para penyelam liar tidak hanya dari masyarakat lokal. Sebab, belum lama ini menjumpai dua penyelam dari Jepang yang diduga meneliti dasar laut di Teluk Kao untuk mengetahui kemungkinan kapal atau pesawat Jepang pada masa Perang Dunia II karam di sekitar lokasi tersebut.

Dari sejumlah peninggalan itu, salah satunya yang ditemukan seorang anak kecil berupa sebuah mortir di pelabuhan laut A Yani Ternate beberapa waktu lalu yang masih aktif, meski dalam kondisi berkarat.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya