TANGERANG - Sulitnya pasokan minyak tanah dan gas elpiji ternyata membuat warga Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang beralih ke serbuk kayu gergaji untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti memasak.
Haryani (38) salah satu warga kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan mengatakan serbuk kayu gergaji itu sudah pernah digunakannya dua tahun silam lalu. "Waktu itu saya gunakan karena tingginya biaya hidup," katanya, Minggu (7/9/2008).
Namun lanjut Haryani, kini dia kembali menggunakan serbuk gergaji itu karena minyak tanah dan elpiji sulit untuk ia peroleh di wilayahnya. Padahal sebagai ibu yang memiliki lima orang anak, dia harus memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurutnya, ide untuk menggunakan serbuk gergaji itu ia dapat dari tetangganya. Dan hasil penggunaan serbuk gergaji untuk memasak itu hasil memasaknya juga tidak jauh berbeda dengan masakan yang menggunakan elpiji atau minyak tanah.Â
"Satu kompor ini bisa untuk memasak hingga delapan jam, selain itu, hasil memasak menggunakan serbuk ini lebih baik dibandingkan menggunakan minyak atau gas elpiji.Warna api di kompor itu juga berwarna biru," katanya.
Sedangkan untuk serbuk kayu yang ia peroleh selama ini berasal dari pabrik kayu dengan harga satu karung beras ukuran 50kg seharga Rp 3000 per karung. Dan dengan harga yang demikian itu ia mengaku jauh lebih hemat dan irit dibandingkan menggunakan minyak tanah dan gas elpiji.
(Syukri Rahmatullah)