DPRD Agam Kunjungi Karawang

, Jurnalis
Senin 22 September 2008 15:57 WIB
Share :

KARAWANG - Kabupaten Karawang kembali menjadi objek studi banding daerah lain. Kali ini, rombongan DPRD Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Karawang terkait bidang pertanian dan perekonomian.

Di Kabupaten Karawang, rombongan tersebut diterima secara langsung oleh Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar di Gedung Singaperbangsa Lt III Pemda Karawang, Senin (22/9).

Bupati Dadang dalam kesempatan tersebut mengatakan, Kabupaten Karawang memiliki luas baku lahan sawah seluas 93.456 hektare. Dengan luas lahan tersebut, setiap tahunnya Kabupaten Karawang memproduksi tidak kurang sebesar 1,159 juta ton gabah kering pungut (GKP) atau setara dengan 649 ribu ton beras.

Konsumsi beras di Kabupaten Karawang sendiri berkisar sebesar 282 ribu ton beras pertahun, sehingga Kabupaten Karawang masih memiliki surplus beras sebesar 366 ribu ton.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, sejak dikeluarkannya Keppres Nomor 53 Tahun 1989 tentang "Pengembangan Kawasan Industri", Kabupaten Karawang juga mengembangkan diri sebagai daerah industri dengan menyiapkan lahan seluas 19 ribu hektare.

Namun demikian, sesuai dengan visi Kabupaten Karawang yaitu mensejahterakan masyarakat Karawang melalui dua pilar pembangunan pertanian dan industri yang selaras dan seimbang berdasarkan iman dan taqwa, pengembangan daerah industri tersebut tidak mencaplok lahan pertanian teknis, melainkan di lahan-lahan marjinal.

Bupati menambahkan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang akan terus dipertahankan dan dikembangkan dan saat ini sedang menuju upaya pengembangan potensi agribisnis. Namun demikian, pengembangan agribisnis pertanian di Kabupaten Karawang tersebut sedikit terhambat. Hal ini karena sebagian besar petani di Karawang merupakan petani penggarap saja, sedangkan lahan sawah dimiliki oleh para investor.

"Sehingga begitu panen, padi dijual untuk dijadikan modal kembali oleh para petani penggarap," jelasnnya.

Menanggapi pertanyaan salah seorang anggota DPRD terkait varietas benih padi yang digunakan di Kabupaten Karawang, Plt Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Karawang, Nakhrowi mengatakan, terdapat sejumlah varietas yang sangat digemari oleh para petani Karawang. Varietas tersebut diantaranya adalah Ciherang, Cilamaya Munjul, dan Hibrida.

"Pemakaian benih bermutu dan berlabel juga sudah menjadi minded para petani, sehingga potensi pengembangan lebih dinamis dan melihat situasi pasar yang ada," tambahnya.

Sedangkan pada sektor ekonomi kerakyatan, sebagaimana dijelaskan oleh Asisten Administrasi Pembangunan, Aa Nugraha, Pemerintah Kabupaten Karawang telah meluncurkan program bantuan pinjaman tanpa bunga bagi para pedagang empayakan yang ada di pasar-pasar. Hal ini bertujuan agar para pedagang tersebut dapat terhindar dari berutang kepada rentenir.

Kepala Bagian Perekonomian Aziz menambahkan, program bantuan tersebut akan diberikan bagi para pedagang yang ada di 10 pasar pemda di Karawang. Masing-masing pedagang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp500 ribu tanpa bunga. Bantuan tersebut dikelola oleh para mantri pasar (UPTD Pasar) dimana cicilan diserahkan bersama-sama saat pembayaran retribusi.

"Dari dana awal sebesar Rp1,05 miliar, bantuan tersebut telah bergulir cukup lancar dan hingga saat ini nilai pergulirannya telah mencapai Rp1,7 miliar," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan DPRD Kabupaten Agam Husnul F Dt RMHGD, mengatakan pihaknya sengaja memilih Kabupaten Karawang sebagai salah satu daerah tujuan studi banding karena pihaknya telah banyak mendengar informasi mengenai keberhasilan Kabupaten Karawang.

"Untuk itu kami menilai banyak sekali hal yang harus kami pelajari dari Kabupaten Karawang," tambahnya.

Humas Pemkab Karawang

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya