BOJONEGORO - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo meluas karena khawatir warga di Desa Ledok Wetan, dan Ledok Kulon, Kecamatan Kota Bojonegoro, mendirikan tenda di atas tanggul Bengawan Solo.
Menurut salah satu warga, Mahmuda, warga mendirikan tenda sejak pagi tadi karena khawatir air terus meluap. "Saya punya anak di bawah lima tahun sehingga bila bertahan di rumah khawatir keselamatan anak saya," katanya, Senin (2/2/2009).
Sebagian warga juga memilih tinggal mengungsi di Gedung Serba Guna Jalan KH Mansyur hanya jumlahnya baru belasan orang. Mereka juga membawa barang barang mereka seperti pakaian dan kompor.
Sementara itu petugas Dinas Kesehatan Kun Sucahyono mengatakan pihaknya sudah berkeliling menggunakan puskesmas keliling untuk memberikan obat gratis pada para korban banjir.
Menurut Kun, salah satu petugas kesehatan Bojonegoro mengatakan pengungsi umumnya mengeluhkan gatal-gatal dan flu. Pemkab saat ini sudah menyiapkan 60 ton beras, untuk dibagikan kepada korban banjir.
Kepala Bidang Sosial Disnakertrans Mulyanto mengatakan jika gelombang pengungsi bertambah, maka pihaknya akan mendirikan dapur umum di beberapa lokasi pengungsian. "Kami sudah menyiapkan 50 satgas untuk membantu tim penanggulangan banjir di Bojonegoro," jelasnya.
Â
Â
Â
Â
(Fitra Iskandar)