JAKARTA - Setelah perjuangan politiknya kandas di meja Mahkamah Konstitusi, ternyata tidak menyurutkan usaha Khofifah Indar Parawansa terus menyuarakan kecurangan pelaksanaan Pilkada Provinsi Jawa Timur.
Kali ini, pasangan dari Mudjiono dengan rival Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) yang telah dilantik menjadi Gubernur Jatim terpilih, menempuh perjuangan moral dengan mendatangi Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pimpinan Seto Mulyadi.
Kedatangannya untuk melaporkan banyaknya pelanggaran dalam Pilkada Jatim yang diulang di tiga wilayah yakni Bangkalan, Pamekasan, dan Sampang karena melibatkan anak-anak.Â
"Ini hanya perjuangan moral karena perjuangan politik sudah selesai di MK. Jadi saya mengajak elemen yang memungkikan khususnya Komnas PA, agar kasus ini tidak terulang di Pemilu 2009," tandas Khofifah di kantor Komnas PA, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2009).Â
Di Komnas PA, Khofifah mengaku menemukan dan mengumumkan banyak pencoblos anak-anak yang jelas dilarang undang-undang. Di Bangkalan saja ada empat anak yang mencoblos. "Petugas KPPS bilang tidak masalah, asalkan bawa surat undangan dan tercamtum dalam DPT," ucapnya menirukan petugas KPPS yang dimaksud.
Dia menjelaskan tim relawan Kaji yang menyelediki di Kecamatan Karang Tenang, menemukan sedikitnya 15 anak masuk ke TPS dan mencoblos dengan bukti ada bekas tinta di jari tangannya. "Anak-anak itu mengaku dibayar sepuluh ribu rupiah," ungkapnya.
kasus lainnya, ada anak berusia 12 tahun bernama Rohli yang mencoblos dengan membawa surat undangan dan ditujukan atas nama orang lain yang berusia 47 tahun, serta sudah memiliki nomor induk kependudukan dengan nama sama Rohli. "Nomor iduk tersebut dikloning. Bahkan ada 428 nama sama dengan nomor induk kependudukan yang sama pula. Jadi ada penggelembungan suara," kata Khofifah.
Kasus lainnya dijumpai di Desa Sejati. Di desa ini ditemukan ada 23 anak-anak yang tercamtum di DPT yang lahirnya tahun 1999. Di Sampang juga ditemukan ada 2.225 pemilih anak-anak.
Bahkan yang lebih parah di TPS 02 Desa Sejati ada data anak fiktif dengan tahun lahir 2019. "Ada 25 anak yang terdaftar di DPT dengan kolom isian usia nol tahun," imbuhnya.
Berhubung ada pelibatan dan eksploitasi anak, maka kasus tersebut dilaporkan ke Komnas Anak untuk warning bersama menjelang pelaksanaan Pemilu 2009. "Nanti kalau presiden atau anggota dewan yang milihnya anak-anak, akan jadi presiden dan anggota dewan yang anak-anak," sindir Khofifah.
(Dadan Muhammad Ramdan)