Suramadu Hampir Rampung, Harga Tanah Melangit

Subairi (Koran Sindo), Jurnalis
Senin 06 April 2009 02:12 WIB
Share :

BANGKALAN - Harga tanah di akses keluar jembatan Suramadu, sisi kabupaten Bangkalan mulai mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini juga dipicu oleh maraknya spekulan tanah yang membeli tanah secara besar-besaran.

Kenaikan harga tanah itu, terjadi di beberapa wilayah yang berdekatan dengan akses jalan (tol) menuju Suramadu, di antaranya sepanjang kecamatan Labang, Tragah dan Burneh, Madura. Di tiga wilayah tersebut, hampir semua harga jual tanah melonjak tajam.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Patapan, Kecamatan Labang, Bangkalan, Ahmad Ali Ridho mengaku, harga jual tanah bahkan telah mengalami kenaikan hingga 200 persen. Menurutnya, hal itu sudah terjadi sejak akhir 2008 lalu atau menjelang bentang tengah usai.

Harga tanah yang awalnya Rp50 ribu per meter persegi, kata dia, kini harganya paling rendah Rp150 ribu. "Harga sebesar itu, hanya dapat tanah yang sudah jauh atau sekira dua kilometer dari akses jalan menuju Suramadu," ujarnya, Minggu (5/4/2009).

Pengasuh pondok pesantren (ponpes) An-Nuroin ini menjelaskan, hampir 90 persen lahan atau tanah yang berdekatan dengan jalan (tol) menuju jembatan Suramadu, sudah laku dijual. Yang tersisa hanya lahan atau tanah yang jaraknya cukup jauh dari akses jalan.

Meski demikian, beberapa warga sudah banyak yang didatangi oleh para spekulan tanah yang hendak membeli lahan dengan jumlah yang cukup banyak. Para spekulan itu juga dinilai sangat meresahkan, karena dinilai telah merusak harga tanah yang ada akan dibeli, di mana nilai antara yang satu dengan yang lain terkadang beda.

"Bisa dikatakan, tanah di sini (akses menuju Suramadu) sudah banyak dibeli oleh spekulan dengan harga yang lebih tinggi, sehingga warga tergiur dan banyak yang menjualnya," terang Ahmad.

 

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya