Mahasiswa Unas Peringati Kematian Maftuh Fauzi

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Sabtu 23 Mei 2009 14:36 WIB
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Jakarta, menggelar aksi Solidaritas Untuk almarhum Maftuh Fauzi (Mahasiswa UNAS) dan berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa (24/6/2008). (Foto: Andikey
Share :

JAKARTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Aksi Tuntaskan Tragedi Unas berunjuk rasa memperingati peristiwa demo BBM 24 Mei 2008 yang berujung pada tewasnya mahasiswa Unas, Maftuh Fauzi.

Salah satu koordinator aksi, Glen mengatakan aksi dilakukan karena meski peristiwa itu telah satu tahun berlalu kasus kematian Maftuh masih belum jelas penyelesaiannya.

Maftuh tewas setelah polisi menyerbu kampus Unas. Mahasiswa menduga kematian Maftuh akibat terkena pukulan di bagian kepala oleh aparat kepolisian saat membubarkan paksa aksi unjuk rasa.

"Kami meminta pembunuh almarhum Maftuh Fauzi diadili, dan membersihkan nama baik almarhum, almarhum meninggal karena polisi bukan karena HIV AIDS," ujar Glen, Sabtu (23/5/2009).

Menurut Glen korban telah difitnah menderita AIDS, karena bila terkena penyakit itu, Maftuh akan mengalami infeksi. "Dia kan kondisinya segar. Itu fitnah yang sangat kejam," jelasnya.

Mahasiswa juga mendesak pihak rektorat untuk mendukung perjuangan mahasiswa.
 
Aksi yang digelar di pelataran kampus ini juga diwarnai dengan aksi cap jempol darah, di atas  kain putih sebagai tanda desakkan penuntasan kasus kematian Maftuh. Untuk mengenangnya, mahasiswa membawa foto almarhum dan menaburkan bunga di foto yang diletakkan di pelataran kampus itu.

Aksi yang dimulai pukul 13.00 WIB itu berakhir damai sekira pukul 14.15 WIB. Tak seorang pun polisi terlihat melakukan penjagaan di lokasi.

Maftuh adalah satu dari 31 mahasiswa Unas yang ditahan di Polres Jakarta Selatan pascabentrokan antara mahasiswa dan polisi dalam aksi unjuk rasa di Kampus Unas, Jakarta Selatan 24 Mei 2008.

Maftuh mengalami luka di kepala bagian belakang. Sebelum meninggal Maftuh sempat dirawat di RS UKI dan RS Pusat Pertamina.  

Kematian Maftuh menimbulkan kontroversi. Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, menyatakan almarhum terkena virus HIV/AIDS, sementara Rumah Sakit (RS) UKI menyatakan terdapat dua luka di kepala Maftuh.

Versi berbeda juga dirilis RS Margono, Kebumen dan Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang menyatakan pada tubuh Maftuh ditemukan dua luka memar di kepala, luka dijahit di dada, infeksi akut dan pembengkakan hati. Maftuh dimakamkan Sabtu 21 Juni 2008 di Kebumen, Jawa Tengah.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya