DEPOK - Lina, ABG yang terdampar di Depok lantaran dibuang ibu tirinya kini tengah berada di Polres Depok untuk dapat kembali pulang ke rumahnya di Bogor. Namun, pihak Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Depok juga kesulitan untuk mengetahui latar belakang Lina, lantaran Lina tak ingat apapun tentang dirinya.
Di hadapan petugas SPK, Lina menceritakan tentang kepahitan hidupnya meskipun terbata-bata dan sambil mengingat-ingat. Lina mengaku sering mengalami penyiksaan oleh ibu tirinya, Ike, selama 2 tahun tinggal di Bogor.
"Saya dulu tinggal di Bandung, lebih dari sepuluh tahun, lalu pindah ke Bogor. Ayah saya, namanya Dadang, kerja nggak tahu di mana, jarang pulang. Mama Ike juga punya selingkuhan lagi," tuturnya, Sabtu (26/9/2009).
Lina mengaku hanya pernah bersekolah selama satu tahun duduk di kelas satu SD di Bandung. Selebihnya ia berhenti dan pindah ke Bogor, yang sepanjang hari, Lina mengaku selalu dikurung ibu tirinya di dalam kamar.
"Saya nggak tahu alamat rumah, saya juga nggak pernah punya teman, saya bingung mau pulang kemana," katanya.
Sementara itu, pihak keamanan Balai Kota Depok yang sudah menolong Lina, Inin Hermawan menawarkan bantuan kepada Lina untuk menampungnya di rumahnya di kawasan Tanah Baru, Beji, Depok. Di hadapan polisi, Inin mengaku sanggup menampung Lina, sampai polisi berhasil menemukan alamatnya, namun Lina menolak.
"Saya sudah bilang keluarga untuk menampung Lina sementara, dan sudah diizinkan, saya juga lapor ke RT, tapi ternyata Lina nggak mau," ujar Inin di Polres Depok.Â
Hingga saat ini, kasus Lina sudah dilimpahkan ke bagian Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Depok, dimana Lina juga menginap di sana.
(Hariyanto Kurniawan)