Miliarder Danai Macan Tamil

Nurfajri Budi Nugroho, Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2009 11:53 WIB
Raj Rajaratnam (Foto: CBS News)
Share :

KOLOMBO - Raj Rajaratnam, seorang miliarder kelahiran Sri Lanka yang tinggal di New York, dituduh menjadi penyandang dana kelompok Liberation Tigers of Tamil Eelam (LTTE) atau Macan Tamil, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.

Brigadier Udaya Nanayakkara, juru bicara Kementerian Pertahanan Sri Lanka, kepada Financial Times mengatakan bahwa pemerintah telah memantau Rajaratnam selama bertahun-tahun.

"Raj Rajaratnam terlibat dalam skema pendanaan LTTE. Dia tidak berada di bawah investigasi resmi karena dia beroperasi dari AS. Namun dia masih mendanai organisasi garis depan LTTE," kata dia, yang dikutip pada Selasa (20/10/2009).

Sementara dilansir Washington Post, Rajaratnam menjadi pendukung utama lembaga amal yang bermarkas di Maryland, yang kemudian masuk catatan hitam Pemerintah AS karena mendanai Macan Tamil.

Rajaratnam memasukkan dirinya sebagai pimpinan dan direktur Tsunami Relief, sebuah organisasi amal nirlaba yang memberikan USD1 juta kepada Organisasi Rehabilitasi Tamil, berbasis di Cumberland, dan USD2,5 juta kepada organisasi induknya di Sri Lanka.

Pemerintah AS pada 2007 membekukan aset cabang-cabang organisasi itu di AS dan menghalangi sumbangan kepadanya, karena dianggap mendanai terorisme. Departemen Keuangan AS menyebut kelompok-kelompok itu sebagai organisasi terdepan dari Macan Tamil.

Para jaksa federal di New York juga menuduh Rajaratnam melakukan kecurangan saham dan melakukan penipuan sekuritas dengan skema insider trading. Uang dari kecurangan itulah yang diduga dikirimkan kepada Macan Tamil

Jim Walden, partner pada firma hukum Gibson Dunn & Crutcher di New York dan menjadi kuasa hukum Rajaratnam, mengatakan kliennya tidak bersalah dalam tuduhan insider trading. Walden juga membantah kliennya mendukung LTTE.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya