BANTUL - Hingga saat ini keluarga almarhum Briptu Saeful (30), salah satu korban jatuhnya pesawat Cassa Skytruck milik Polri yang jatuh di Puncak Jaya, masih menunggu kepastian jenazah korban. Orangtua korban juga telah berangkat ke Jakarta untuk diambil contoh darahnya, guna pencocokan dengan jenazah Briptu Saeful melalui tes DNA.
"Bapak saya ke Jakarta pada hari Selasa dan telah diambil contoh darahnya guna keperluan pencocokan DNA," terang Iqzan, kakak kelima Briptu Saeful, Sabtu (7/11/2009).
Keluarga di Bantul, kata Iqzan, mengetahui adiknya menjadi salah satu korban jatuhnya Cassa Skytruck milik Polri yang jatuh di Puncak Jaya dari media massa.
"Saat menelepon keluarga, adik ipar saya tidak memberitahu kalau adik saya jadi korban jatuhnya Cassa Skytruck milik Polri yang jatuh di Puncak Jaya. Dia hanya minta Ayah dan Ibu saya segera ke Jakarta karena ada keperluan mendadak," ujarnya.
Iqzan menyatakan seluruh keluarga sudah pasrah dan ikhlas jika adiknya meninggal dalam menjalankan tugasnya. Namun keluarga hanya meminta ada transparansi tentang jenazah yang akan dikirim ke rumah duka nantinya.
"Media sudah memberitakan bahwa seluruh korban sulit untuk diidentifikasi. Semoga dengan tes DNA tidak ada kesalahan dalam pengiriman jenazah," tandasnya
Keluarga, lanjut Iqzan, juga telah sepekat untuk menguburkan almarhum Saeful di makam keluarga di Dusun Kadisoro, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul.
"Semoga besok jenazah sudah tiba di rumah duka untuk dimakamkan," pungkasnya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)