Kasus Agus Jadi Nadia, Bukan yang Pertama

Koran SI, Jurnalis
Rabu 23 Desember 2009 09:18 WIB
Share :

BATANG - Persidangan permohonan status ganti kelamin ini memang baru kali pertama di Pengadilan Negeri Batang. Di mana pengadilan mengabulkan permohonan Agus Widiyanto (30), warga Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Batang, Jawa Tengah, menjadi wanita seutuhnya. Agus pun berganti nama menjadi Nadia.

Namun demikian, awal tahun ini, tepatnya 13 Januari 2009, Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengabulkan permohonan perubahan jenis kelamin untuk Solihatunnisa (6), dari perempuan menjadi laki-laki.

Permohonan pergantian kelamin tersebut diajukan oleh orangtua Solihatunnisa, Sunarto (45) dan Siti Santiasih (38), warga RT 01/02, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan. Solihatunnisa yang lahir 19 September 2002, sebelumnya diketahui berjenis kelamin perempuan sehingga dalam surat keterangan kelahiran disebutkan sebagai perempuan.

Namun, selang 10 hari kemudian, dukun bayi yang membantu persalinan Siti Santiah melihat adanya munculnya alat kelamin laki-laki pada bayi tersebut. Dalam perkembangannya, Aan memiliki dua alat kelamin sehingga dilakukan pemeriksaan secara medis di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta, dan diketahui kromosom Aan “XY”dan tidak memiliki rahim.

Jauh sebelumnya, pada awal tahun 1980-an, Dedi Yuliardi Ashadi menimbulkan kehebohan karena keinginannya berganti kelamin. Pengadilan Negeri Surabaya saat itu mengabulkan keinginan Dedi yang kemudian berganti nama menjadi Dorce Ashadi atau kini lebih dikenal sebagai Dorce Gamalama.

“Nama dalam hukum yang saya dapatkan dari pengadilan Negeri Surabaya setelah saya berganti status, KTP atau paspor ataupun surat-surat lainnya adalah Dorce Ashadi. Jadi jelas sudah, saya bukan orang jadi-jadian (tetapi) melalui proses hukum yang ada di Negara Indonesia ini,” kata Dorce dalam pengakuan di situs resminya.

Selain di Indonesia, proses ganti kelamin yang mendapat pengakuan secara legal juga terdapat di negara lain. Dalam hal statistik, Thailand menempati urutan pertama dalam hal jumlah permintaan ganti kelamin setiap tahunnya disusul Iran. Banyaknya permintaan ganti kelamin di Iran karena penguasa tidak membolehkan adanya transeksual.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya