PPP Diminta Keluar dari Koalisi SBY

Ajat M Fajar, Jurnalis
Rabu 03 Februari 2010 15:03 WIB
Share :

JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diminta meninggalkan koalisi Partai Demokrat menyusul penetapan status tersangka kepada mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Kasus tersebut dinilai sarat kepentingan politik.
 
Hal tersebut diungkapkan Ketua Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) Lukman Hakim di DPP Parmusi, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/2/2010).
 
Kasus yang menimpa Ketua MPP PPP itu seharusnya bisa diungkap sejak tiga tahun lalu. Namun, penetapan status tersangka setelah Bachtiar tak lagi jadi menteri, patut dipertanyakan.
 
"Kalau benar politisasi, saya usulkan PPP untuk menarik diri dari koalisi di pemerintahan," katanya.
 
Lukman Hakim juga membeberkan, mantan Menegpora Adhyaksa Dault pernah bercerita bahwa dalam rapat kabinet, Bachtiar sempat memunculkan kasus tersebut.
 
"Bachtiar meminta kasus ini diselesaikan, mumpung jadi menteri. Kalau perlu ditembak, ya ditembak. Saat itu SBY diam saja," ujarnya.
 
Bachtiar terseret kasus impor sapi dan pengadaan mesin jahit di Depsos. Dalam pengadaan mesin jahit program pengentasan fakir miskin dan sapi impor, negara diduga mengalami kerugian, untuk mesin jahit sebesar Rp2,4 miliar dan untuk sapi impor Rp3,6 miliar.
 
Dia dikenai Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3, dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya