Ini Dia Cara Atasi Banjir Jakarta

Insaf Albert Tarigan, Jurnalis
Jum'at 19 Februari 2010 13:36 WIB
Banjir di daerah Jatinegara, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (18/2). (Foto: Heru Haryono/okezone)
Share :

JAKARTA - Dalam rapat yang dihadiri Wakil Presiden Boediono, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo hari ini, muncul beberapa pilihan untuk mengatasi banjir.


Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Pitoyo Subandrio menjelaskan opsi itu ditawarkan belajar dari insiden banjir yang melanda Jakarta pada 2007.



"Bahwa kemarin terjadi hujan, dengan puncak banjir terjadi pada Sabtu (14/2) pukul 12.00 WIB, diawali dengan muka air normal 750 sentimeter (Manggarai) dicapai pada jam 06.00 WIB. Kemudian ada perambatan banjir puncaknya pukul 12.00-13.00 WIB.
(ketinggian) 860 cm di pintu air Manggarai, kemudian bergerak turun kembali normal pada pukul 20.00 WIB. Jadi rentang waktu 14 jam terjadi banjir,” ujar Pitoyo, Jumat (19/2/2010).


Menurutnya, jika dibandingkan dengan banjir pada 2007, waktu jeda mencapai 72 jam atau 3 hari. Kemudian kedalaman pintu air Manggarai tercatat 1.060 cm, jadi ada beda ketinggian 2 meter dengan banjir pekan lalu.



“Karena Kanal Banjir Barat yang sudah berfungsi. Namun saya masih berpikir 110 cm ini mau dikemanakan, maka saat rapat, kami sampaikan beberapa opsi. Pertama, kami akan membuat terowongan atau sudetan, atau interconnection, dari Ciliwung kita divert ke (kali) Cipinang. Lokasinya Itu di Bidara Cina. Di sana ada bekas alur atau terowong yang digunakan oleh Kalimalang untuk mengalirkan air ke Pejompongan,” beber Pitoyo.



Akses itu, lanjutnya, akan digunakan mentransfer air dari Ciliwung ke Cipinang, selanjutnya masuk ke Kanal Banjir Timur. Di KBT sendiri, sudah disiapkan ruang 50 hingga 60 meter kubik per detik, sehingga sudah dianggap siap menerima limpahan air.



Cara lain untuk menurunkan debit air menjadi 110 cm, jelasnya, yaitu dengan membuat tambahan satu pintu air lagi di Manggarai.
Jadi dua buah yang dibuat Belanda pada 1918 dan 1923, akan ditambah satu lagi.


“Kalau pintu air masih tetap, hanya dua lubang masih merupakan hambatan. Tadi Bapak Gubernur sudah menyampaikan bahwa akan dibuat terintegrasi. Gubernur juga memikirkan untuk dibuat jalan layang melintasi jalan kereta api dan diintegrasikan dengan Stasiun Manggarai
dan juga ada rencana kereta api ke bandara,” papar Pitoyo.


Selain itu, pihaknya juga akan menormalisasi Ciliwung. “Seperti yang sudah dilakukan sepanjang 1 kilometer di kawasan Kebon Baru, kami harapkan sudah tidak ada banjir lagi. Kalaupun ada banjir, bisa dikendalikan,” pungkas dia.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya