JAKARTA - Di zaman moderen seperti ini, penggunaan falisitas berbasis teknologi komunikasi dan informasi tidak terelakan lagi. Tak terkecuali di dunia pendidikan.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi juga dapat menunjang efektivitas pembelajaran di sekolah. Sayangnya, pemerintah belum maksimal dalam pengadaan fasilitas belajar berbasis teknologi komputer ini di sekolah.
Hal ini seperti terungkap saat tanya jawab dalam acara silaturahmi dan pemberian bantuan pendidikan oleh Wakil Presiden Boediono bersama rombongan di SMAN 40 Jakarta, Kamis (11/3/2010). "Kita pengen ada pemasangan hotspot di setiap sudut sekolah, sehingga bisa diakses. Selain itu perpustakaan juga," pinta siswi SMAN 40 Jakarta, Aisah Nurmala Sari.
Menanggapi permintaan itu, Boediono mengakui jika pemanfaatan hotspot untuk menunjang saran pendidikan tidak mungkin dihindari. "Pemasangan hotspot dan perpustaakan itu perlu. Nanti Pak Mendiknas akan menyampaikan hal itu," jelas Wapres.
Hal senada disampaikan Mendiknas M Nuh. "Insya Allah ini jadi program Mendinas. Pemasangan hotspot ini karena Kemkominfo sudah kerja sama dengan Telkom. Silakan tinggal daftar aja, bagi yang memenuhi syarat akan dipasang," paparnya.
Dalam silaturahmi ini, pemerintah menyerahkan sejumlah bantuan pendidikan kepada berbagai sekolah. Di antaranya, bantuan diberikan oleh Bank Negara Indonesia, BRI, Bank Mandiri, dan BTN masing-masing sebesar Rp50 juta, sedangkan Bank Syariah Mandiri menyerahkan bantuan senilai Rp25 juta.
Sementara itu Menteri Agama Suryadharma Ali menyerahkan bantuan senilai Rp600 juta untuk sejumlah MI dan MTs. Sedangkan, Mendiknas M Nuh menyerahkan dana sebesar Rp27,8 miliar untuk SD hingga SMA di seluruh Jakarta.
(Dadan Muhammad Ramdan)