JAKARTA- Perang opini antara pihak keluarga korban dengan kubu pelaku penusukan mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) Listya Magdalena (18), mulai berlangsung.
Ayah korban, Tankoen Louw alias Obet, menyatakan pelaku penusukan yaitu Maisya Natalia memiliki prilaku tidak baik saat SMA. Bahkan gadis berusia 18 tahun itu sempat dikelurkan dari sekolahnya.
“Kata teman-temannya, dia juga suka membawa pisau ke mana-mana. Maka pisaunya milik dia, bukan milik anak saya,” ujar Obet kepada okezone di RS Puri Indah, Jakarta Barat, Jumat (19/3/2010).
Obet jelas kecewa dengan kebijakan polisi membebaskan Maisya. Dengan tegas Obet menyatakan akan melakukan perlawanan hukum. Listya ditusuk 17 kali oleh rekannya, Maisya Natalia (18), kemarin.
Belum diketahui motif Maisya melakukan perbuatan kalap tersebut. Namun petugas Polsek Kembangan kepada wartawan kemarin, menduga peristiwa tersebut terjadi dilatarbelakangi urusan asmara.
Kronologis kejadian sementara yang diperoleh, menyatakan pelaku menumpang mobil korban, Toyota Yaris nomor polisi B 1733 BFP. Setibanya di Puri Kembangan, kedua perempuan muda ini terlibat pertengkaran hebat. Mereka cek-cok hingga akhirnya berakhir dengan penusukan pelaku kepada korban.
Karena polisi belum memiliki bukti kuat bahwa Maisya dengan sengaja menusuk Listya, maka pelaku pun tidak ditahan. Polisi beralasan tidak ada saksi mata yang melihat Maisya menusuk Listya atas dasar kesengajaan. Bisa jadi Maisya hanya membela diri.
(Muhammad Saifullah )