MADIUN – Bayi imatur berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 750 gram dan panjang badan hanya 25 sentimeter menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun.
Bayi yang tergolong berukuran mini ini sampai sekarang masih terus berusaha bertahan hidup.
Bayi ini merupakan anak kedua dari pasangan Rusmini (22) dan Sarwo (31), warga RT 21/02, Dusun Kedung Dawung, Wonorejo, Mejayan, Kabupaten Madiun. Bayi ini lahir pada Senin 22 Maret sekira pukul 08.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sogaten, Kota Madiun.
Menurut Humas RSUD Caruban Munirul Huda, bayi mungil itu kini ditempatkan di tabung inkubator di ruangan bayi RSUD Caruban. “Tim dokter terus mengawasi perkembangan dan kondisi bayi itu,” ujarnya, Kamis (25/3/2010).
Dari pemeriksaan yang dilakukan tim dokter RSUD Caruban, usia bayi sejak dari kandungan hingga lahir hanya 22 minggu. Sehingga, bayi itu disebut bayi imatur karena belum cukup umur. Normalnya, usia bayi itu sejak dalam kandungan dan lahir itu setelah 36 minggu.
Karena belum cukup umur, kondisi bayi yang lahir prematur ini masih sangat rentan. Sebab, fungsi organ jantung, pernapasan, otak, dan metabolisme tubuh belum terbentuk sempurna. “Namun, ini mukjizat karena bayi masih bertahan dan kondisinya kian membaik. Bahkan, kini bayi itu sudah bisa bernapas sempurna dan bisa menangis,” ujar Munirul.
Menurut Kepala Bidang Pelayanan RSUD Sogaten, Mohammad Samhan, bayi yang sampai kini belum diberi nama itu lahir normal. “Usia kehamilannya memang belum cukup namun karena sang ibu pendarahan, maka bayi lahir meski dalam usia kandungan yang belum ideal,” ujarnya.
Dia menilai kelahiran bayi imatur itu akibat kegagalan pemasangan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) yang dipasang dalam rahim sang ibu. “Ini dapat dibuktikan dari IUD pada plasenta. Ini kadang dapat terjadi,” tandasnya.
Hingga kini, ibu bayi, Rusmini, masih menjalani perawatan di RSUD Sogaten. Kondisinya kini juga berangsur pulih. Sedangkan, sang ayah, Sarwo kini menjaga sang bayi yang masih dalam perawatan intensif di RSUD Caruban. Proses kelahiran hingga perawatan di rumah sakit ini ditanggung sepenuhnya dari dana Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (Jamkesmas).
(TB Ardi Januar)