NEW ORLEANS - British Petroleum (BP) dan pemerintahan Obama menghadapi gelombang protes ketika mereka tidak mengindahkan berbagai bantuan negara asing berupa perahu dan sukarelawan untuk membersihkan tumpahan minyak terbanyak yang pernah terjadi di Teluk Meksiko.
Beberapa hari terakhir, kapal-kapal yang disewa BP untuk pembersihan tumpahan minyak terlihat hanya berputar-putar. Demikian dilansir Associated Press, Sabtu (3/7/2010).
Coast Guard menyatakan, ada 107 tawaran bantuan dari 44 negara, mulai dari saran teknis hingga penyediaan kapal pengeruk minyak (skimmer). Tawaran ini sudah lama diajukan, tetapi hanya sedikit yang diterima. Menurut data Departemen Luar negeri Amerika Serikat sebagian besar tawaran tersebut masih dalam taraf peninjauan.
Salah satu tawaran datang dari pemerintahan Belanda. Seperti disebutkan dalam laporan penyelidikan Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah yang diketuai anggota dewan Darrell Issa, R-Calif, sejak 30 April lalu, pemerintah Belanda menawarkan empat skimmer yang mampu mengeruk hingga enam juta galon tumpahan minyak per hari. Pemerintah AS butuh waktu hingga tujuh minggu untuk mengabulkan penawaran tersebut.
Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs pada Kamis 1 Juli lalu membantah pernyataan tersebut. Dia mengatakan, 24 kapal asing telah beroperasi di Teluk sepanjang minggu ini. Dia tidak secara khusus menyebutkan kapal Belanda.
Bantuan internasional memang diperlukan. Mengingat bencana ini tercatat sebagai tumpahan minyak lepas pantai terbesar selama masa damai. Estimasi pemerintah federal menyebutkan, jutaan galon minyak mentah mencemari laut sejak ledakan pada pengeboran minyak lepas pantai Deepwater Horizon pada 20 April lalu. Ledakan ini juga menewaskan 11 pekerja.
(Rani Hardjanti)