JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) mengecam keras penangkapan amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Ustadz Abu Bakar Ba’asyir oleh Densus 88. Penangkapan ini juga dinilai sebagai bentuk rekayasa dari Mabes Polri.
Hal tersebut oleh Ketua FPI Habib Rizieq Shihab di kantor FPI, Jalan Petamburan III, Jakarta Barat, Senin (9/8/2010).
“Kami menolak segala bentuk terorisme Islam, tokoh-tokoh Islam beserta umatnya. Kami juga sangat prihatin sekaligus dan mengecam penangkapan Ustadz Abu saat sedang safari dakwah di Jawa Barat,” ujarnya.
Politik rekayasa yang dilakukan Polri terhadap berbagai kasus terorisme, kata Rizieq, sudah tidak bisa ditutup-tutupi. “Rekayasa kasus oleh Polri telah terungkap, seperti kasus Aan, pemulung yang menyimpan lintingan ganja, kasus Gayus, dan lain-lian,” ungkapnya.
Rizieq juga yakin bahwa Ba’asyir sama sekali tidak terkait dengan kasus terorisme di Aceh. FPI, kata Rizieq, telah mengidetenfikasi bahwa kasus terorisme di Aceh adalah rekayasa terorisme yang dimainkan oleh seorang disertir Brimob yang bernama Sufyan Tsauri.
"Dia yang telah merekrut dan melatih tersangka teroris di mako Brimob Kelapa Dua Depok sejak 2009 lalu, sehingga tidak ada kaitannya dengan ustadz Abu Bakar Ba’asyir,” jelas Rizieq.
“Kami juga menyerukan kepada umat Islam untuk merapatkan barisan dan memperkokoh ukhuwah islaminyah serta melalwan segala bentuk kezaliman sekaligus melakukan pembelaan kepada ustad Abu Bakar Ba’asyiar,” pinta dia.
(Dede Suryana)