Volume Semburan Lumpur Lapindo Menurun

Amir Tejo, Jurnalis
Rabu 03 November 2010 11:55 WIB
Share :

SIDOARJO - Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Badan penanggulangan lumpur Sidoarjo (BPLS) Volume semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur mengalami penurunan. Tercatat saat ini volume semburan lumpur hanya sekira 10.000 meterkubik sampai 15.000 meterkubik per hari.

Juru bicara  BPLS, Akhmad Kusairi, mengatakan bahwa penurunan volume material semburan Lapindo itu terpantau sejak awal tahun 2010. "Pada tahun 2009 kita mencatat volume semburan sekira 100.000 meter kubik perhari. Namun pada pertengahan tahun ini volume itu menurun drastis," katanya.

Meski demikian, penurunan itu tidak terjadi secara mendadak. Namun penurunan itu terjadi berkelanjutan yakni sejak tahun 2007. Pada awal munculnya semburan volume mateial yang dikeluarkan mencapai 150 ribu m3 perhari. Kemudian pada tahun 2007 volume semburan mencapai 250.000 meterkubik perhari. "Tapi sekira tahun 2008, volume mengalami penurunan," katanya.

Penyebab turunnya volume material semburan, Kusairi mengaku belum tahu secara pasti penyebabnya. "Namun yang jelas dari hasil riset BPLS saat ini volume semburan itu sudah menurun drastis. Dan ini sudah kita laporkan kepada Dewan pengarah dan presiden," katanya.

Dikatakan Kusairi, sampai sejauh ini upaya penanganan luapan lumpur Lapindo terus dilakukan. Sebanyak 11 unit mesin pompa, masing-masing berkapasitas 0,6 meter siaga untuk mempermudah aliran lumpur ke sungai Porong. Mengalirkan lumpur ke sungai Porong dinilai lebih aman dibandingkan mempertahankannya  di dalam kolam.

Sebab, kolam penampungan seluas 720 hektare telah penuh. Kini, kerja BPLS semakin berkurang sejak volume  menyusut. Namun, BPLS tetap menyiapkan kolam penampungan cadangan dengan menggusur Desa Besuki, Pejarakan, dan Kedungcangkring seluas 60 hektare.

Kepala sub kelompok kerja pemantauan Geohazard, Niko Aditya menjelaskan pantauan di pusat semburan menunjukkan semburan lumpur dan asap relatif stabil. Namun, kandungan gas metana yang keluar dari pusat semburan fluktuatif. Secara tiba-tiba bisa membesar dan mengecil. "Stabil, tetap dalam pengawasan," katanya.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya