MEDAN - Bangunan lantai dua dan tiga bagian belakang Pasar Sukaramai, Medan, Sumatera Utara, yang terbakar beberapa waktu lalu, sudah runtuh.
Meski demikian, para pedagang tetap nekat berjualan di areal halaman bangunan tersebut.
"Kalau masalah takut, ya kita takut. Tapi mau gimana lagi? Kita tetap akan bertahan di lokasi ini. Kalau pindah, mau kemana? Apalagi, kita pasti harus mencari pelanggan baru, kalau pindah ke tempat lain," jelas Hengki, salah seorang pedagang ikan di Pasar Sukaramai, Rabu (17/11/2010).
Hengki mengetahui runtuhnya bangunan itu saat hendak berjualan keesokan harinya. Reruntuhan bangunan tersebut berserakan di samping lapaknya. Bahkan sekira 20 lapak pedagang lainnya ikut tertimpa reruntuhan bangunan tersebut.
Namun, hingga saat ini sama sekali belum ada tindakan dari pihak PD Pasar Medan, selaku pengelola pasar tradisional di Medan. Apalagi, retakan bangunan tersebut sudah cukup parah. Jika tidak dilakukan penanganan serius, bisa saja menimbulkan korban jiwa.
"Kita hanya minta, Pemko Medan dan PD Pasar segera bertindak. Kalau memang mau dirobohkan, ya cepatlah dirobohkan. Jangan sampai ada korban jiwa," tambah Hengki.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)