PEKANBARU - Diduga buntut dari persoalan pembagian harta warisan, tiga orang kakak beradik tega menganiaya ibu kandungnya sendiri. Sang Ibu, Asni (64) mengalami luka memar di bagian wajah dan beberapa bagian badannya.
Kejadian berawal saat Asni yang ditemani Santi, anak bungsunya, berniat menjenguk saudaranya yang terbaring sakit di rumahnya, di Jalan Kasa, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Jumat (24/12/2010).
Tiba-tiba saja, Dm, Hr, dan Fy menghampiri Asni dan meminta sejumlah harta peninggalan mendiang ayahnya. Caci maki dan kata-kata kotor sempat dilontarkan salah satu dari ketiga kakak beradik ini.
Tak puas hanya menghardik sang Ibu yang telah membesarkan ketiganya, Dm, kakak tertua mereka langsung melayangkan tinju tepat di bagian mata Asni. Dm pun kembali meminta paksa beberapa kontrakan rumah milik ayahnya yang belum sempat dikabulkan Asni.
Bukanya kasihat melihat sang Ibu dianiaya kakaknya, Hr dan Fy justru ikut mengeroyok Asni. Bahkan, helm yang mereka kenakan juga turut digunakan untuk memukul wajah dan tubuh Asni yang telah berusia senja itu.
Santi, adik bungsu ketigas mencoba membela. Namun, apa daya dia hanya seorang perempuan yang kalah kuat dengan tenaga ketiga kakanya. Puas memukuli, mereka pun meninggalkannya begitu saja.
Karena tidak tahan dengan prilaku anak-anaknya, Asni yang ditemani anak bungsunya langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Bukit Raya.
(Dede Suryana)