TRENGGALEK - Ratusan rumah di wilayah Kecamatan Tugu, Karangan dan Suruh terendam air hingga ketinggian sekitar 1 meter. Bahkan beberapa rumah diantaranya, air mencapai hingga mendekati atap.
Selain merusakkan pemukiman dan sejumlah fasilitas umum, air yang datang yang datang tiba-tiba tersebut juga menelan korban jiwa .Rudi Handoko (35) warga Desa Jati, Kecamatan Karangan tidak terselamatkan jiwanya. Pria yang diketahui menderita gangguan jiwa ini menolak dievakuasi.
Ia memilih bertahan di dalam rumah yang sudah terkepung air hingga akhirnya nyawanya melayang. “Kami sudah berusaha menolong, namun korban menolak, “ujar Camat Karangan Hasnawi, Senin (3/01/2011).
Diluar Kecamatan Karangan dan Suruh, selain Desa Jati sebagai lokasi terparah, Desa Karangan, Kerjo, Sukowetan, Kedungsigit dan Desa Sumberringin tidak luput dari amukan banjir bandang. Banjir ini diduga kuat berasal dari pegunungan wilayah selatan yang sebagian besar area hutanya telah gundul.
Menurut Kabag Humas Pemkab Trenggalek Yoso Minhardi, pihaknya masih melakukan pendataan kerusakan dan kemungkinan korban yang mengalami luka-luka. Mengingat hujan masih turun, Yoso meminta warga untuk tetap waspada akan kemungkinan banjir susulan.
“Pemkab segera melakukan pembenahan terhadap semua yang rusak, “paparnya.
(Carolina Christina)